Home Lokal Aceh Dilanda 237 Bencana Selama Januari-Juli 2025, Kerugian Capai Rp165 Miliar
Lokal

Aceh Dilanda 237 Bencana Selama Januari-Juli 2025, Kerugian Capai Rp165 Miliar

BPBA menekankan perlunya kerja sama lintas sektor dan partisipasi masyarakat dalam mengurangi risiko dan dampak bencana.

Share
Aceh Dilanda 237 Bencana Selama Januari-Juli 2025, Kerugian Capai Rp165 Miliar
proses pemadaman kebkaran hutan dan lahan | Foto: BPBA
Share

PUNCA.CO – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat sebanyak 237 kejadian bencana terjadi di wilayah Aceh sepanjang periode Januari hingga Juli 2025. Rentetan bencana ini menyebabkan 10 orang meninggal dunia, ribuan warga terdampak, serta menimbulkan kerugian ekonomi yang ditaksir mencapai Rp165 miliar.

Berdasarkan data per 31 Juli 2025, jenis bencana paling dominan adalah kebakaran permukiman dengan 91 kejadian yang menghanguskan 255 rumah, dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp52 miliar. Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi sorotan utama pada bulan Juli, tercatat 25 kali kejadian hanya dalam sebulan dan membakar 77 hektar lahan.

“Sedangkan secara keseluruhan, karhutla terjadi sebanyak 51 kali sejak Januari, membakar total 174 hektar lahan dan menyebabkan kerugian sekitar Rp27 miliar,” kata Kepala Pelaksana BPBA, Teuku Nara Setia, Kamis (7/8/2025).

Baca juga: Mahasiswa Gayo Lues Nilai Rijaluddin Anggota DPRA Dapil VIII Tidak Paham Regulasi Kehutanan

Bencana lain yang juga memberikan dampak signifikan antara lain banjir (34 kejadian), angin puting beliung (33 kejadian), longsor (20 kejadian), gempa bumi (5 kejadian), abrasi (2 kejadian), dan gelombang pasang (1 kejadian).

Korban terdampak juga cukup besar, dengan catatan 10 orang luka-luka, sebanyak 4.838 KK atau 11.033 jiwa terdampak, 348 orang mengungsi, serta 1.936 unit rumah terdampak secara langsung. Bencana juga merusak 12 sarana pendidikan, 5 tempat ibadah, 66 ruko, 4 jembatan, 204 hektar lahan pertanian, serta 40 hektar sawah akibat banjir dan longsor.

Teuku Nara mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar hutan. Ia menekankan pentingnya menjaga fungsi hutan sebagai resapan air dan penyangga ekosistem untuk mencegah terjadinya banjir, longsor, dan bencana lanjutan lainnya.

“Pemberdayaan masyarakat atau sosialisasi kepada pelaku usaha yang terlibat dalam pembukaan lahan perlu terus dilakukan. Kami mengimbau agar tidak mengekspolitasi hutan secara berlebihan,” ujar Nara.

Ia menambahkan bahwa penanggulangan dan mitigasi bencana merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Untuk itu, BPBA akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya mengurangi risiko bencana dan jumlah kejadian dari tahun ke tahun.

Share
Tulisan Terkait

Fungsi Siber dan Pelajaran dari Banjir Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat Akhir 2025

Banjir yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada November hingga...

119 Ribu Lebih Warga Terdampak Banjir di Aceh

PUNCA.CO – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan banjir meluas di 16...

Banjir Rendam 110 Rumah di Langsa, Ketinggian Air Capai 40 Cm

PUNCA.CO – Hujan deras yang mengguyur Kota Langsa sejak tiga hari lalu,...

Satu Hektare Lahan di Saree Aceh Besar Ludes Terbakar, Penyebab Masih Diselidiki

PUNCA.CO – Kebakaran lahan kembali melanda wilayah Aceh Besar. Kali ini, api...