Home Lokal 38 Rumah di Aceh Utara Hilang Tanpa Jejak Akibat Abrasi Parah
Lokal

38 Rumah di Aceh Utara Hilang Tanpa Jejak Akibat Abrasi Parah

Pemerintah Aceh Siapkan Langkah Cepat Atasi Abrasi di Lhok Puuk

Share
38 Rumah di Aceh Utara Hilang Tanpa Jejak Akibat Abrasi Parah
Kondisi bibir pantai di Gampong Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara
Share

PUNCA.CO – Abrasi laut di Gampong Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, semakin mengkhawatirkan. Pemukiman warga yang sebelumnya padat kini berubah menjadi garis pantai.

Keuchik Lhok Puuk, T. Bakhtiar, menyebut 214 dari 475 kepala keluarga (KK) telah terdampak langsung akibat abrasi yang terus menggerus daratan sejak beberapa tahun terakhir.

Ia menyebutkan kondisi terparah terjadi dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak 2019. Hingga kini, 38 rumah warga hilang terseret arus laut tanpa meninggalkan jejak.

Baca juga: Dua Bangunan di Pesantren Arrabwah Indrapuri Terbakar

“Yang sudah terbawa arus 38 KK (rumah) dan tidak ada lagi jejaknya. Ini tanahnya memiliki sertifikat, tempat kita berdiri di sini yang kini menjadi pantai,” kata Bakhtiar, Senin (17/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa abrasi semakin tajam setiap tahun, dan pada saat pasang purnama, air laut mulai masuk ke pemukiman penduduk. Kondisi ini berdampak serius terhadap fasilitas dasar warga.

Salah satu yang terdampak adalah badan jalan utama gampong. Jalan yang dulu menjadi akses utama kini sebagian amblas diterjang ombak. Dampak lainnya adalah sumur-sumur warga tidak lagi dapat digunakan karena terpapar air laut.

Baca juga: Resmi Dilantik, M. Razie Pimpin Muda Seudang Lhokseumawe

“Sumur yang biasanya dipakai mandi sudah tidak bisa digunakan. Di sini juga tidak ada air PDAM. Pipa ada sejak tsunami, tapi airnya tidak mengalir,” jelas Bakhtiar.

Pemerintah gampong meminta penanganan darurat, termasuk pembangunan pemecah gelombang dan relokasi sementara bagi warga yang kehilangan rumah. Bakhtiar berharap pemerintah segera turun tangan sebelum abrasi memakan permukiman lainnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, memastikan pemerintah akan mengambil langkah cepat.

Baca juga: Pemerintah Aceh Kucurkan Rp72,9 Miliar untuk Bonus Atlet PON XXI dan Peparnas XVII

“Kita tidak ingin ada korban lebih besar lagi. Semua harus kita lakukan dengan cepat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah akan segera memanggil Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) untuk membahas pendanaan mitigasi dan penanganan jangka pendek maupun jangka panjang, agar dampak abrasi tidak semakin meluas.

Share
Tulisan Terkait

KontraS Aceh Ungkap 7 Dugaan Kekerasan Gender di Pengungsian Langkahan

PUNCA.CO -Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan mencatat sedikitnya tujuh...

62 ODGJ di Aceh Masih Dipasung, Aceh Utara Catat Kasus Terbanyak

PUNCA.CO – Praktik pasung terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) masih terjadi...

Menteri Pertanian Pimpin Groundbreaking Rehabilitasi Lahan Sawah Terdampak Bencana di Aceh Utara

PUNCA.CO – Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman memimpin langsung kegiatan groundbreaking...

Aceh Utara dan Bener Meriah Akhiri Masa Tanggap Darurat, Kini Tetapkan Transisi Pemulihan

PUNCA.CO – Dua kabupaten di Aceh, yakni Aceh Utara dan Bener Meriah,...