PUNCA.CO – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Selatan sejak Minggu (9/11/2025) hingga hari ini menyebabkan sejumlah desa di tiga kecamatan terendam banjir.
Genangan air dengan ketinggian bervariasi antara 10 hingga 80 sentimeter itu merendam permukiman warga dan mengganggu akses transportasi antargampong.
Staf Pusdatin BPBA, Haslinda, melaporkan bahwa banjir melanda Kecamatan Kluet Tengah, Kluet Utara, dan Kluet Selatan. Di Kecamatan Kluet Tengah, banjir paling parah terjadi di Desa Jambur Papan dengan ketinggian air mencapai 70–80 sentimeter.
Baca juga: Sah, Soeharto dan Sembilan Tokoh Lain Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional 2025
“Sementara di Kecamatan Kluet Utara, air menggenangi Desa Limau Purut dan Desa Kota Fajar, tepatnya di Dusun Takwa sekitar kawasan Pesantren Darurrahmah, dengan ketinggian air antara 5 hingga 20 sentimeter,” kata Haslinda, Senin (10/11/2025).
Adapun di Kecamatan Kluet Selatan, beberapa desa juga terdampak banjir, antara lain Desa Kedai Runding, Gelumbuk, dan Pulo Ie, dengan ketinggian air mencapai 5 hingga 60 sentimeter.
Menurut Haslinda, banjir tersebut diakibatkan meluapnya beberapa aliran sungai, sehingga air masuk ke pemukiman warga dan menutup akses jalan lintas desa.
Baca juga: Tabung Freon Meledak, Dua Pekerja Es Kristal Terluka
“Selain merendam rumah penduduk, genangan air juga menutupi jalan penghubung antargampong yang sempat menghambat aktivitas warga,” ujarnya.
Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Aceh Selatan masih melakukan pendataan terhadap jumlah rumah terdampak dan kerugian material. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, sementara warga yang terdampak belum ada yang dilaporkan mengungsi.
“Korban jiwa nihil, dan data jumlah warga terdampak masih terus kami kumpulkan di lapangan,” tambah Haslinda.
Baca juga: Keakraban Mualem dan Bobby di Acara Taklimat Gerindra
Hingga Senin siang, air di sejumlah wilayah dilaporkan mulai surut, terutama di Kluet Utara dan Kluet Selatan. Jalan lintas antar desa pun sudah kembali bisa dilalui kendaraan. Namun, genangan masih tampak di sebagian wilayah Kluet Tengah.
“Air sudah mulai surut dan aktivitas warga mulai normal, tetapi tim tetap siaga karena cuaca masih berpotensi hujan,” jelasnya.










