PUNCA.CO – Meski kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Aceh Besar meningkat tajam dalam dua bulan terakhir, Dinas Kesehatan Aceh Besar memastikan belum ada pasien yang terindikasi Influenza A di wilayah tersebut.
Lonjakan kasus ini terlihat dari data Dinas Kesehatan Aceh yang mencatat 3.181 kasus pada September naik menjadi 4.758 kasus pada Oktober 2025. Namun, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar dr. Nelly Ulfianti, menegaskan situasi masih terkendali.
“Kita sudah mengintruksi kesiapsiagaan dan kewaspadaan dini terhadap potensi peningkatan ISPA dan Influenza. Tapi sejauh ini Aceh Besar belum ada pasien yang terindikasi influenza A,” ujar Nelly, Sabtu (8/11/2025).
Baca juga: Polisi Bongkar Kasus Penyalahgunaan Pupuk Bersubsidi, Satu Pelaku Diamankan
Menurutnya, peningkatan kasus ISPA di akhir tahun adalah hal yang perlu diwaspadai karena dipengaruhi oleh perubahan cuaca dan daya tahan tubuh masyarakat yang menurun.
“Kami terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan setiap fasilitas kesehatan siap menangani pasien,” katanya.
Nelly menjelaskan, perlu dilakukan deteksi dini terhadap kasus dengan gejala seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan kelelahan. Karena itu, masyarakat diminta tidak menyepelekan gejala ringan dan segera melakukan pemeriksaan ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.
Baca juga: Prabowo Lantik Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri, Mahfud MD Ikut Dilibatkan
Ia juga menekankan pentingnya pencegahan dini dengan menjaga kebersihan dan menerapkan pola hidup sehat.
“Cuci tangan secara rutin dengan sabun, terapkan etika batuk dan bersin yang benar, serta gunakan masker saat sedang flu atau berada di tempat ramai,” imbaunya.
Dinas Kesehatan Aceh Besar turut mengingatkan agar masyarakat mengurangi aktivitas di tempat tertutup tanpa ventilasi yang baik dan memperkuat daya tahan tubuh melalui makanan bergizi, istirahat cukup, olahraga, dan manajemen stres.
Baca juga: Aceh Besar Raih Juara Umum MTQ ke-37 di Pidie Jaya
“Menjaga daya tahan tubuh itu kunci utama. Makanan sehat, tidur yang cukup, dan gaya hidup bersih bisa menjadi benteng alami agar tidak mudah tertular penyakit,” kata Nelly.
Sementara itu, di tingkat fasilitas kesehatan, pihaknya juga telah menginstruksikan agar seluruh tenaga medis meningkatkan pengawasan dan memperketat prosedur pelayanan pasien.
“Segala logistik dan obat-obatkan esensial untuk pengobatan ISPA, masker medis dan APD,” sebutnya.










