PUNCA.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan Provinsi Aceh dalam status Siaga menyusul potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang diperkirakan berlangsung hingga awal Januari 2026.
Dalam rilis prospek cuaca periode 30 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, BMKG menyebutkan Aceh berpeluang mengalami hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi tersebut berpotensi disertai kilat, petir, dan angin kencang sehingga masuk dalam kategori peringatan dini cuaca ekstrem.
BMKG menjelaskan, meskipun secara umum cuaca di Indonesia diprakirakan berawan hingga hujan ringan, aktivitas atmosfer yang masih aktif membuat sejumlah wilayah, termasuk Aceh, tetap berisiko mengalami hujan ekstrem.
Baca juga: Tutup Tahun, Harga Emas di Banda Aceh Mulai Turun
Memasuki periode 2 hingga 5 Januari 2026, potensi hujan di Aceh diperkirakan masih terjadi. Pada fase ini, BMKG menetapkan status Waspada, dengan peluang hujan sedang yang dapat meningkat sewaktu-waktu dan disertai angin kencang serta petir.
BMKG mengimbau masyarakat Aceh untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca, seperti banjir, tanah longsor, genangan air, dan pohon tumbang, terutama di daerah rawan bencana dan kawasan sekitar aliran sungai.
Baca juga: Slank Rilis Single Terbaru, Republik fufufafa
Masyarakat juga diminta rutin memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG melalui kanal resmi agar dapat melakukan langkah antisipasi sejak dini, mengingat kondisi cuaca dapat berubah dengan cepat.










