PUNCA.CO – Tim SAR gabungan menemukan enam korban meninggal dunia dalam operasi penyelamatan banjir di Aceh, Rabu (3/12/2025) kemarin, sementara satu lansia dievakuasi dalam kondisi sakit. Upaya terus dikebut di tengah akses jalan yang masih terputus dan jangkauan banjir yang meluas hingga ke wilayah-wilayah terpencil.
Di Aceh Utara, empat tim diturunkan untuk menyisir Matangkuli, Tanah Jambo Aye, dan Baktiya, tiga kawasan yang hingga kini masih sulit dijangkau. Dalam operasi tersebut seorang lansia bernama Nurjannah berhasil dievakuasi dari Desa Cot Kumbang. Tak lama kemudian, tiga jenazah ditemukan di lokasi berbeda: M. Ali (75) dan Ikram bin Haris (29) di Desa Glumpang Samlakoe, serta M. Khairi (22) di Desa Lhok Bintang Hu.
Baca juga: Irfansyah Tinjau Lokasi Banjir Aceh Tamiang Bersama Ketua Umum DPP Muda Seudang
Sementara itu di Aceh Tamiang, dua tim SAR melakukan penyisiran Sungai Tamiang menggunakan perahu LCR. Tim lainnya berada di Posko Kantor Bupati Aceh Tamiang untuk mempercepat respon evakuasi warga yang masih membutuhkan pertolongan.
“Kondisi air yang terus berubah menjadi tantangan utama dalam operasi di wilayah ini,” kata Kepala Kantor SAR Banda Aceh, Al Hussain, Kamis (4/12/2025).
Tiga korban lainnya ditemukan di Kota Subulussalam setelah hanyut di aliran sungai Kecamatan Sultan Daulat. Mereka berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada pihak medis. Satu korban teridentifikasi sebagai Jaslina (40), warga Lawe Penanggalan, Aceh Tenggara. Dua korban lainnya belum dapat dikenali karena kondisi jenazah yang tidak memungkinkan untuk diidentifikasi.
Baca juga: Kak Na Kirim 3 Ton Ikan Segar dan Bantuan Sandang Pangan ke Posko Korban Banjir Terisolir
Al Hussain mengatakan seluruh personel bekerja dengan pola pembagian sektor untuk menjangkau daerah-daerah yang tidak dapat ditembus melalui jalur darat. “Banyak akses masih terputus, tapi tim kami tetap berupaya mencapai lokasi-lokasi tersebut. Dukungan tambahan dari SAR Tanjung Pinang sangat membantu percepatan operasi,” katanya.
Ia menegaskan semua laporan dari masyarakat akan ditindaklanjuti meskipun tantangan di lapangan masih besar. “Setiap informasi kami proses. Kami pastikan semua wilayah terdampak mendapat penanganan,” ujarnya.










