PUNCA.CO – Universitas Syiah Kuala (USK) memberikan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang terdampak berat bencana hidrometeorologi di Aceh. Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah darurat kampus untuk memastikan mahasiswa tetap dapat melanjutkan pendidikan di tengah kondisi pascabencana.
Rektor USK, Prof. Marwan, menyampaikan bahwa bencana tersebut tidak hanya berdampak pada masyarakat umum, tetapi juga pada sivitas akademika USK. Berdasarkan data sementara, tercatat sebanyak 3.878 mahasiswa serta 51 dosen masuk dalam kategori terdampak.
Merespons kondisi tersebut, USK membentuk Satuan Tugas USK Respons Bencana Aceh dan membuka penggalangan bantuan melalui Rumah Amal USK. Bantuan yang terkumpul berasal dari internal kampus maupun masyarakat luas.
Baca juga: Sekda Aceh Instruksikan Pemkab Bireuen Percepat Pendataan Rumah Korban Banjir
“Dana yang berhasil kita kumpul sejauh ini mencapai lebih dari Rp2,27 miliar, yang sudah disalurkan Rp1,3 miliar dan sisanya untuk program rehabilitasi dan rekontruksi,” ujar Prof. Marwan, Sabtu (27/12/2025).
USK memastikan mahasiswa dengan orang tua yang terdampak parah akan dibebaskan dari kewajiban UKT hingga menyelesaikan masa studi. Selain itu, mahasiswa terdampak juga menerima bantuan biaya hidup selama tiga bulan.
Namun, Prof. Marwan menegaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi lapangan. Tingkat keringanan UKT dan bantuan lainnya disesuaikan dengan kategori dampak yang dialami, baik ringan maupun berat.
Baca juga: Progres 98%, Jembatan Bailey Kuta Blang Mulai Dibuka Hari Ini
Sebagian besar mahasiswa terdampak berasal dari wilayah pesisir pantai timur Aceh, termasuk Aceh Tamiang. Untuk menjaga keberlanjutan proses akademik, USK melonggarkan kebijakan perkuliahan dan ujian. Mahasiswa sementara mengikuti perkuliahan secara daring, sementara jadwal ujian digeser menyesuaikan kondisi.
Di sisi kemanusiaan, Satgas USK telah mendirikan delapan posko dan delapan dapur umum di berbagai daerah terdampak, seperti Meureudu, kawasan pantai timur Aceh, wilayah tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues. USK juga menurunkan 480 tenaga medis yang terdiri dari dokter, perawat, dan tenaga farmasi.
Baca juga: Agar Tepat Sasaran, Ketua Baitul Mal Aceh Turun Langsung Antar Bantuan ke Korban Banjir-Longsor
Selain itu, USK turut mendukung pemulihan lingkungan dengan penyediaan air bersih, pembangunan empat sumur bor, serta pembersihan 477 sumur warga. Kampus juga diminta terlibat dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur, perumahan, dan persawahan.
Sementara bagi dosen terdampak, pemerintah melalui kementerian memberikan bantuan khusus. Dosen yang sedang menempuh pendidikan doktoral (S3) menerima bantuan sebesar Rp25 juta, sedangkan dosen terdampak lainnya mendapatkan Rp9 juta.










