PUNCA.CO – Pemerintah Aceh menegaskan pentingnya penyampaian informasi yang objektif dan akurat kepada Presiden Republik Indonesia terkait penanganan darurat bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh. Hal ini disampaikan Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, dalam keterangan resmi yang diterima Kamis (11/12/2025).
Menurutnya, Presiden menunjukkan perhatian besar terhadap bencana Aceh, terbukti sudah dua kali turun langsung ke daerah terdampak, yaitu Aceh Tenggara dan Bireuen. Pemerintah Aceh menilai langkah itu sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat yang sedang berhadapan dengan musibah.
Baca juga: Syeh Muharam Kirim 197 Ton Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor
Namun demikian, Muhammad MTA mengingatkan pentingnya para pejabat pusat menjaga objektivitas dalam melaporkan kondisi lapangan kepada Presiden.
“Presiden menaruh perhatian besar terhadap penanganan musibah. Tapi kami sangat berharap seluruh jajaran pejabat pusat memberikan informasi yang faktual dan objektif, karena ini berkaitan langsung dengan kebijakan penanganan darurat dan pemulihan Aceh pascabencana,” ujarnya.
Ia mengatakan pengalaman sebelumnya terkait pernyataan soal pemulihan listrik dan komunikasi menjadi contoh bagaimana informasi yang kurang lengkap dapat memicu kecaman publik. Pemerintah Aceh berharap kejadian serupa tidak terulang.
Baca juga: Mualem Minta Aparat Telusuri Dugaan Hilangnya 80 Ton Bantuan di Bener Meriah
Muhammad MTA menyampaikan bahwa jika tidak ada halangan, Presiden dijadwalkan kembali ke Aceh hari ini untuk meninjau kawasan terparah, khususnya Aceh Tamiang. Dari udara, Presiden juga diperkirakan akan memantau Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tengah, dan Bener Meriah—wilayah yang hingga kini masih terisolasi akses darat.
“Kami melihat kunjungan Presiden kali ini berpotensi membuat beliau mendapatkan informasi yang lebih objektif mengenai kondisi bencana Aceh,” ujarnya.
Baca juga: Pemerintah Aceh Bantah Pernyataan Bahlil Terkait Progres Pemulihan Listrik di Aceh
Dalam setiap kesempatan bertemu media, Gubernur Aceh disebut terus mendorong agar pintu bantuan internasional dapat dipercepat. Ia menilai kehadiran NGO internasional, khususnya yang berfokus pada penanganan kedaruratan, sangat dibutuhkan untuk memperkuat upaya yang kini dilakukan bersama oleh pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, TNI, Polri, NGO lokal, dan relawan lainnya.
Mengakhiri pernyataan, Pemerintah Aceh menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu penanganan bencana.
“Cintailah niat baik Presiden untuk rakyatnya dengan memberikan informasi utuh dan objektif agar Aceh cepat pulih,” tutur Muhammad MTA.










