PUNCA.CO – Pelabuhan di Ulee Lheu, Banda Aceh memutuskan menunda operasional kapal cepat Express Bahari akibat cuaca buruk yang melanda perairan Banda Aceh–Sabang, Kamis (8/1/2026). Keputusan ini diambil untuk mencegah risiko kecelakaan laut di tengah gelombang tinggi dan angin kencang.
Kepala UPTD Wilayah I Pelabuhan Penyeberangan Aceh, Husaini Jamil, menyebutkan sebanyak tiga trip kapal cepat Express Bahari tidak diizinkan berlayar. Pembatalan mencakup Express Bahari 2C rute Sabang–Banda Aceh pukul 14.30 WIB, Express Bahari 2C rute Banda Aceh–Sabang pukul 16.30 WIB, serta Express Bahari 2F rute Banda Aceh–Sabang pada jam yang sama.
Baca juga: Cuaca Ekstrem Mengintai Aceh Tiga Hari ke Depan, Warga Diimbau Tetap Waspada
Menurut Husaini, hasil pemantauan kondisi perairan menunjukkan angin bertiup dari arah Timur Laut hingga Timur dengan kecepatan 10–20 knot. Sementara itu, tinggi gelombang terpantau mencapai 1,25 hingga 2,5 meter, yang dinilai berisiko bagi kapal berkecepatan tinggi.
Ia menjelaskan, pada hari tersebut kapal cepat Express Bahari sebenarnya memiliki jadwal tiga trip pulang pergi Banda Aceh–Sabang. Namun, dua trip awal dari Banda Aceh pada pukul 08.00 dan 10.00 WIB masih dapat beroperasi dan tiba dengan selamat di Pelabuhan Balohan, Sabang.
Baca juga: Belum Pulih, Warga Aceh Timur Kembali Dihantam Banjir Susulan
“Berdasarkan kondisi cuaca dan keselamatan pelayaran, kapal cepat harus menunda atau menghentikan operasional,” ujar Husaini.
Sementara itu, kapal jenis roro masih diperbolehkan berlayar dengan pengawasan ketat. Kendati demikian, kapal roro dengan konstruksi lambung rendah, seperti KMP Papuyu, tetap disarankan untuk menunda pelayaran apabila cuaca tidak membaik.








