Home Politik PROJO Setujui Kompromi Pilkada: Gubernur Dipilih DPRD, Bupati dan Wali Kota Tetap Dipilih Langsung
Politik

PROJO Setujui Kompromi Pilkada: Gubernur Dipilih DPRD, Bupati dan Wali Kota Tetap Dipilih Langsung

Projo Nilai Skema Pilkada Campuran sebagai Jalan Tengah Realistis Demi Stabilitas Daerah

Share
PROJO Setujui Kompromi Pilkada: Gubernur Dipilih DPRD, Bupati dan Wali Kota Tetap Dipilih Langsung
Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi. | Dok. PUNCA.CO
Share

PUNCA.CO – Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, merespons perkembangan terbaru terkait kompromi sistem Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), di mana pemilihan Gubernur dilakukan melalui DPRD, sementara Bupati dan Wali Kota tetap dipilih secara langsung oleh rakyat, dengan pengecualian wilayah DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Budi Arie menyatakan bahwa Projo dapat menerima dan menyetujui kompromi tersebut sebagai jalan tengah yang realistis di tengah dinamika politik nasional serta kebutuhan akan stabilitas pemerintahan daerah.

Baca juga: Bank Aceh Salurkan Bantuan untuk Penanganan Bencana di Aceh

“Projo memandang kompromi ini sebagai solusi moderat yang mengakomodasi berbagai kepentingan bangsa. Pemilihan Gubernur melalui DPRD dapat memperkuat sinergi antara eksekutif dan legislatif daerah, sementara pemilihan langsung Bupati dan Wali Kota tetap menjaga kedaulatan rakyat di tingkat akar rumput,” ujar Budi Arie, Selasa (6/1/2025).

Ia menambahkan bahwa mekanisme ini tetap harus dijalankan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan demokratis, agar tidak menjauh dari semangat reformasi.

“Yang terpenting bukan semata mekanismenya, tetapi bagaimana memastikan kepala daerah yang terpilih benar-benar bekerja untuk rakyat, bebas dari praktik transaksional, dan mampu menghadirkan pemerintahan yang efektif,” tegasnya.

Baca juga: Didampingi Wagub, Mendagri Pimpin Apel Satgas Percepatan Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang

Budi Arie juga menekankan bahwa Projo akan terus mengawal pembahasan kebijakan Pilkada ini agar tetap sejalan dengan kepentingan nasional, stabilitas politik, serta pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Kompromi ini harus menjadi sarana memperkuat demokrasi Pancasila, bukan melemahkannya. Efisiensi penting bagi pemerintah , tapi  kegembiraan rakyat  jangan di hilangkan. Rakyat berhak bergembira, ” tutup Budi Arie.

Share
Tulisan Terkait

PROJO Tolak Tegas Wacana Polri di Bawah Kementerian

PUNCA.CO – Ormas pendukung Prabowo-Gibran, PROJO, menyatakan sikap tegas menolak wacana penempatan...

Budi Arie Kembali Pimpin Projo

PUNCA.CO – Kongres III Projo yang digelar pada 1-2 November 2025 di...

Kongres Projo III, Budi Arie Minta Izin Masuk Gerindra

PUNCA.CO – Suasana hangat mewarnai pembukaan Kongres III Projo di Hotel Grand...

Jokowi Dipastikan Hadiri Kongres III Projo di Awal November Mendatang

PUNCA.CO – Relawan Pro Jokowi (Projo) bersiap menggelar Kongres III pada 1–2...