Home Politik Juanda: Dinamika Ketua DPRA dan Sekda adalah Keharusan
Politik

Juanda: Dinamika Ketua DPRA dan Sekda adalah Keharusan

Share
Juanda: Dinamika Ketua DPRA dan Sekda adalah Keharusan
Juanda Djamal, MA | Dok. Ist
Share

PUNCA.CO – Publik kian aktif mengikuti dinamika legislatif dan eksekutif Aceh terkait finalisasi APBA 2026. Bahkan, para pengamat, analis media, dan jurnalis ikut aktif merespons situasi tersebut dalam beragam perspektif, sehingga tren opini atas polemik Ketua DPRA, Zulfadhli, dan Sekda Aceh, M. Nasir, mencapai rating tertinggi dalam beberapa waktu terakhir.

Namun, menurut Juanda Djamal, jika dikaji kembali, pernyataan Ketua DPRA sebelumnya merupakan bentuk perhatian untuk mengingatkan Sekda agar lebih teliti dan sesuai regulasi dalam menindaklanjuti hasil fasilitasi Mendagri atas APBA 2026.

“Itu bentuk perhatian Ketua DPRA untuk mengingatkan supaya Sekda memeriksa lebih lanjut setiap dokumen anggaran tersebut, agar jangan sampai salah langkah yang dapat menjebak dirinya pula. Karena keduanya sama-sama memperkuat kepemimpinan Mualem,” jelas Juanda, Sabtu (7/2/2026).

Baca juga: Prabowo Sebut Bakal Siapkan Lahan untuk Gedung MUI 40 Lantai di Bundaran HI

Juanda berpendapat, menjadi salah kaprah ketika Sekda M. Nasir mengklarifikasi bahwa dirinya tidak berperan dalam menjatuhkan Zulfadhli sebagai Ketua DPRA, karena hal itu tidak ada hubungannya dengan substansi yang disampaikan oleh Ketua DPRA itu sendiri.

“Malah, saat Sekda melakukan klarifikasi, publik menilai hal itu justru sebaliknya,” tegasnya.

“Naif sekali jika pernyataannya ingin meningkatkan kinerja, namun diterjemahkan seolah Ketua DPRA ingin menggantikan Sekda,” tegas Bang Joe.

“Coba diingat kembali, terlambatnya penyerahan RPJMA 2025-2030 ke DPRA, terlambatnya penyerahan KUA R-APBAP 2025, terlambatnya penyerahan R-APBA 2026, dan sebagainya. Semua tetap dibahas dengan langkah yang benar oleh DPRA. Semestinya Sekda dapat lebih disiplin dalam mengawal timnya dan mengontrol timnya secara serius, supaya sesuai dengan regulasi dan kesepakatan,” lanjutnya.

Baca juga: Jelang Ramadhan, Satgas Pangan Sidak Pasar Cegah Penimbunan Sembako

Ia menilai kondisi semakin keliru ketika para pengamat menarik analisis dengan membandingkan kepemimpinan Zulfadhli dengan Ketua DPRA sebelumnya. Menurut Juanda, hal tersebut sangat subjektif.

“Sebagai kader PA, jika menilai secara subjektif pula, justru saat kepemimpinan Zulfadhli-lah politik Aceh menjadi dinamis. Ada banyak dinamika yang terjadi, sehingga muncul pendekatan-pendekatan baru setelahnya,” jelas Juanda.

Juanda juga menyesalkan adanya upaya menggiring isu, termasuk mengarahkan pernyataan beberapa KPA/PA yang dilakukan oleh media tertentu. Hal ini dinilai justru menciptakan kegaduhan dan mengarah pada diskursus internal yang tidak berujung, sehingga isu tersebut semakin berlarut dan sulit menemukan titik akhir.

Baca juga: Sejarah! Timnas Futsal Indonesia Tembus Final Piala Asia 2026 Usai Tumbangkan Jepang 5-3

Menurutnya, Sekda seharusnya hadir untuk meredam para pengamat atau media yang mencoba “menggoreng” pernyataan Ketua DPRA, bukan malah mengklarifikasi bahwa dirinya tidak terlibat dalam memainkan isu pergantian Ketua DPRA.

Terakhir, Juanda menyarankan agar Sekda dan Ketua DPRA bertemu, bertukar pikiran, dan saling belajar.

“Ketua DPRA punya banyak pengalaman dalam menghadapi para birokrat dan politisi,” ujar Juanda.

“Salah teman diskusi, salah asuhan,” tutupnya.

Share
Tulisan Terkait

Mualem Minta Kader PA Stop Bermanuver, Tegaskan Abang Samalanga Tetap Ketua hingga 2029

PUNCA.CO – Ketua Umum Partai Aceh, Muzakir Manaf, meminta seluruh kadernya untuk...

Juanda Djamal: Tulisan “Mencari Wajah DPRA yang Hilang” Penuh Paradok dan Cenderung Emosional

PUNCA.CO – Tulisan berjudul “Mencari Wajah DPRA yang Hilang” yang di publikasikan...

Sekda Aceh Dorong Percepatan Pemanfaatan Kayu Hanyutan Pascabanjir

PUNCA.CO – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, S. IP., MPA, mendorong...

SCHRPP: Thailand dan BRN Mesti Kuatkan Komunikasi Politik Demi Masa Depan Bersama

PUNCA.CO – Support Committee for Human Right and Peace in Patani (SCHRPP)...