PUNCA.CO – Di tengah ragam sajian berbuka puasa, Bubur Kanji Glee Taron kembali mencuri perhatian masyarakat Aceh Besar. Hidangan tradisional ini tak sekadar menjadi pelengkap, tetapi hadir sebagai menu yang paling dicari saat Ramadan.
Cita rasanya yang kuat dan khas membuat bubur ini berbeda dari kanji pada umumnya. Racikannya memadukan 44 jenis dedaunan dari kawasan Glee Taron di Gampong Leu Ue dengan bahan pelengkap dan rempah pilihan.
Hasilnya, sajian bertekstur lembut dengan aroma rempah yang menggugah selera.
Setiap sendoknya menghadirkan perpaduan rasa gurih alami yang pas untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.
Baca juga: Emas Merosot Drastis, Kini Dijual Rp8,84 Juta per Mayam
Tak heran, Bubur Kanji Glee Taron selalu menjadi favorit dan kerap habis lebih dulu dibanding menu lainnya.
Wakil Bupati Aceh Besar, Syukri A. Jalil, menyebut hidangan ini layak menjadi sajian utama berbuka karena kekayaan rasa yang dihasilkan dari bahan-bahan alami.
“Racikannya lengkap dari berbagai jenis daun dan bumbu tradisional, sehingga cita rasanya kuat dan khas,” ujarnya.
Baca juga: Permintaan Timun Suri di Lambaro Meningkat Selama Ramadan
Lebih dari sekadar makanan, Kanji Glee Taron juga merepresentasikan tradisi kuliner yang diwariskan secara turun-temurun.
“Bubur kanji ini juga memiliki khasiat yang dikaitkan dengan nilai gizi dan manfaat kesehatan,” sebutnya.









