PUNCA.CO – Permintaan timun suri di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar, meningkat signifikan selama bulan Ramadan. Buah yang identik dengan menu berbuka puasa ini laris diburu masyarakat untuk diolah menjadi minuman segar.
Salah satu pedagang timun suri di Pasar Induk Lambaro, Teti mengatakan penjualan tahun ini terbilang tinggi. Dalam sehari, ia mampu menjual sedikitnya 100 buah timun suri.
“Permintaan selama Ramadan ini luar biasa. Kalau di lapak saya pribadi, minimal per hari terjual 100 buah,” ujar Teti, Rabu (25/2/2026).
Baca juga: Jelang Berbuka, Rumah Warga di Darussalam Aceh Besar Ludes Terbakar
Ia menyebut pasokan timun suri diperoleh dari pedagang setempat dan juga langsung dari petani lokal yang mengantar hasil panen ke pasar. Ketersediaan stok sejauh ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pembeli.
Harga timun suri bervariasi tergantung ukuran buah. Untuk ukuran sedang, harga dipatok mulai Rp10 ribu per buah dan bisa lebih tinggi untuk ukuran yang lebih besar.
Baca juga: BBPOM Aceh Temukan 38 Produk Bayi Kedaluwarsa di Retail Aceh Besar
Menurut Teti, timun suri menjadi pilihan utama masyarakat Aceh saat berbuka puasa karena biasa diolah dengan campuran sirup dan es. Minuman tersebut dikenal menyegarkan dan dipercaya membantu mendinginkan tubuh setelah seharian berpuasa.
“Kalau untuk orang Aceh, timun suri itu memang sering dijadikan minuman berbuka. Rasanya segar dan enak,” katanya.










