PUNCA.CO – Saif al-Islam Gaddafi, putra paling dikenal dari mendiang pemimpin Libya Muammar Gaddafi, dilaporkan tewas. Kabar tersebut disampaikan oleh sejumlah sumber yang dekat dengan keluarga, pengacaranya, serta media-media Libya, Selasa (3/2/2026).
Dilansir Reuters, pengacara Saif al-Islam, Khaled el-Zaydi, mengonfirmasi kebenaran kabar tersebut. Informasi serupa juga datang dari sumber keluarga dan media lokal di Libya.
Kantor Kejaksaan Agung Libya pada Rabu dinihari menyatakan bahwa penyelidik bersama tim dokter forensik telah memeriksa jenazah Saif al-Islam pada Selasa. Hasil pemeriksaan menyimpulkan bahwa ia meninggal dunia akibat luka tembak.
Baca juga: Wali Nanggroe: Akses Layanan Kesehatan Harus Dibuka Luas
Dalam pernyataannya, Kejaksaan Agung Libya menyebutkan pihaknya tengah berupaya mengidentifikasi tersangka serta mengambil langkah-langkah hukum yang diperlukan untuk membawa kasus tersebut ke ranah pidana.
Meski dikenal luas di Libya, khususnya karena perannya dalam membentuk kebijakan sebelum 2011, profil publik Saif al-Islam disebut menurun dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2015, pengadilan Libya menjatuhkan hukuman mati secara in absentia kepada Saif al-Islam atas perannya dalam menekan protes damai selama revolusi 2011 yang mengakhiri kekuasaan Muammar Gaddafi.
Baca juga: Persiraja Resmi Tunjuk Jaya Hartono Sebagai Pelatih Baru
Ia juga sempat didakwa oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan, meski kasus tersebut tidak berhasil dibantah oleh tim pengacaranya.
Menariknya, pada tahun 2021 lalu, Saif al-Islam kembali muncul ke publik dengan mendaftarkan diri sebagai kandidat presiden Libya. Namun, pemilu tersebut akhirnya gagal digelar akibat kebuntuan politik yang berkepanjangan di negara Libya.







