PUNCA.CO – Proses pengujian sampel makanan terkait dugaan keracunan di Kecamatan SP Mamplam, Kabupaten Bireuen, kini berada di tangan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh. Sampel yang diduga menjadi pemicu insiden tersebut telah diterima dan akan dianalisis di laboratorium.
Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, menyampaikan bahwa sampel dikirim oleh tim Kejadian Luar Biasa (KLB) dari kabupaten/kota setempat dan diterima pihaknya pada sore hari.
Baca juga: Empat Butir Bakso Diduga Picu Keracunan, Hampir 200 Anak di SP Mamplam Jadi Korban
“Kami sudah menerima sampelnya kemarin sore. Saat ini sedang dilakukan pengujian. Perkiraan waktu hasilnya sekitar empat sampai lima hari, nanti akan kami sampaikan secara resmi,” kata Riyanto, Sabtu (28/2/2026).
Menurutnya, bahan yang diuji merupakan makanan yang sama dengan yang dibagikan saat peristiwa dugaan keracunan terjadi. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya kandungan berbahaya, baik dari sisi cemaran bakteri maupun zat lain yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.
Baca juga: Tutup Februari, Harga Emas di Banda Aceh dan Antam Kompak Naik
Ia juga menegaskan bahwa dalam penyediaan makanan skala besar, setiap penyelenggara wajib menyimpan sampel sebagai bagian dari prosedur standar keamanan pangan.
“Jika menyiapkan ribuan porsi, minimal lima hingga sepuluh sampel harus disisihkan. Itu kewajiban, untuk antisipasi jika terjadi sesuatu,” jelasnya.








