PUNCA.CO – Menjelang waktu berbuka puasa, suasana Pasar Kuliner Ramadan di Jalan Garuda, Kampung Baru, Banda Aceh, selalu dipadati pengunjung. Di antara deretan penjual takjil, satu lapak yang menjajakan kimbab tampak tak pernah sepi pembeli, terutama dari kalangan anak muda.
Lapak tersebut dikelola oleh Syifa, yang setiap hari menyiapkan sekitar 1.500 potong kimbab untuk dijual selama Ramadan. Menariknya, seluruh kimbab yang disiapkan hampir selalu habis sebelum malam tiba.
“Kimbab ini makanan ala Korea. Harganya mulai Rp2.500 per potong,” kata Syifa, Rabu (4/3/2026).
Baca juga: Warga Banda Aceh Mulai Panic Buying BBM Dipicu Isu Konflik Global
Ia menjelaskan, beberapa varian yang dijual antara lain kimbab katsu, sosis, nugget, chicken roll, hingga topping mentai ayam yang menjadi menu paling banyak dicari pembeli.
Menurutnya, kimbab cukup diminati karena rasanya ringan dan praktis dijadikan menu berbuka puasa. Selain itu, tren makanan Korea juga membuat banyak anak muda penasaran untuk mencobanya.
Selama ini, usaha kimbab yang dijalankan Syifa tidak hanya hadir di bulan Ramadan. Ia memiliki empat outlet di Banda Aceh. Namun ketika Ramadan tiba, ia memilih membuka lapak di pasar kuliner karena pengunjungnya jauh lebih ramai.
Baca juga: Timur Tengah Memanas, 10 Ribu Lebih Jemaah Umrah Kembali ke Tanah Air, 300 Masih Tertunda
“Kalau hari biasa penjualannya biasanya di bawah 1.000 potong. Tapi selama Ramadan bisa sampai 1.500 potong sehari,” ujarnya.
Dari penjualan tersebut, Syifa memperkirakan omzet kotor yang diperoleh bisa mencapai sekitar Rp2 juta per hari. Bagi dirinya, ramainya pembeli selama Ramadan menjadi peluang besar untuk memperkenalkan kimbab kepada lebih banyak warga kota.






