PUNCA.CO – Gempa tektonik mengguncang wilayah Aceh, Minggu (12/4/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Kepala Stasiun Geofisika Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, menyampaikan gempa terjadi pada pukul 09.40.36 WIB dengan magnitudo terbaru M5,4.
“Hasil analisis menunjukkan episenter gempa berada di laut pada koordinat 1,91° LU dan 94,66° BT, sekitar 199 kilometer barat daya Kota Sinabang, Aceh, dengan kedalaman 21 kilometer,” ujarnya.
Baca juga: Iran dan AS Sepakat Gencatan Senjata, Perundingan Akan Berlansung di Pakistan
Berdasarkan parameter tersebut, gempa tergolong dangkal dan dipicu aktivitas kegempaan di zona outer rise. Analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan patahan dengan karakter geser turun (normal-oblique).
Guncangan gempa dirasakan di wilayah Simeulue dengan intensitas III MMI, di mana getaran terasa jelas di dalam rumah, seperti ada kendaraan berat yang melintas.
Baca juga: Liliek Prisbawono Gantikan Anwar Usman Sebagai Hakim Konstitusi
Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut. BMKG juga memastikan hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
“Hingga pukul 10.05 WIB, belum terdeteksi adanya gempa susulan,” kata Andi.










