PUNCA.CO – Di provinsi Aceh telah berdiri 298 Sekolah Lansia dengan jumlah peserta mencapai 6.500 orang berusia 60 tahun ke atas. Jumlah ini tercatat dalam tiga tahun terakhir mulai 2023 hingga 2025. Tiga kabupaten dengan Sekolah Lansia terbanyak adalah Aceh Besar dengan 58 sekolah, Pidie 56, dan Nagan Raya 21 sekolah sisanya berada di kabupaten lain di seluruh Aceh.
Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim, mengatakan bahwa sekolah lansia dibentuk sebagai wadah bagi orang tua untuk tetap aktif, produktif, dan terhubung dengan komunitas.
“Para lansia terlihat begitu aktif, salah satunya saat mereka merangkai bahan hingga menjadi rengkang. Kegiatan keterampilan dan berkumpul bersama teman adalah tujuan utama dibentuknya Sekolah Lansia,” ujar Safrina, Senin (17/11/2025).
Baca juga: 38 Rumah di Aceh Utara Hilang Tanpa Jejak Akibat Abrasi Parah
Program ini merupakan bagian dari Quick Win BKKBN yang dikenal sebagai Lanjut Usia Berdaya (SIDAYA), yang menekankan kemandirian dan kesehatan mental para lansia.
Menurut Safrina, keberadaan sekolah lansia di setiap desa membuat para orang tua tidak lagi harus menghabiskan hari sendirian di rumah. “Dengan pertemuan rutin yang terjadwal, lansia diharapkan lebih ceria dan tidak merasa kesepian,” katanya.
Hingga 2025, Aceh Besar menjadi daerah dengan cakupan sekolah lansia paling merata, hampir di seluruh gampong telah memiliki kelompok belajar khusus lansia. Antusiasme peserta yang terus meningkat membuat BKKBN Aceh menyiapkan agenda besar akhir tahun ini.
Baca juga: Dua Bangunan di Pesantren Arrabwah Indrapuri Terbakar
Para peserta yang telah mengikuti 12 kali pembelajaran akan mengikuti wisuda akbar yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Desember 2025 di ACC Dayan Dawood, dengan menghadirkan lebih dari seribu calon wisudawan dari Aceh Besar.








