PUNCA.CO – Kondisi banjir di Gampong Alue Keutapang, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, hingga Sabtu (30/11/2025) masih memprihatinkan. Sejumlah warga yang bertahan di posko pengungsian menyampaikan bahwa kebutuhan mendesak saat ini bukan hanya bantuan logistik, tetapi juga perlengkapan untuk penanganan jalur air yang tersumbat.
Di posko bencana tersebut, warga menyebut telah menerima sebagian bantuan dari pemerintah kecamatan. Namun, bantuan itu dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan yang ada.
Baca juga: UIN Ar-Raniry Hentikan Perkuliahan Sementara Selama Tanggap Darurat Bencana
“Berarti ada yang sampai tadi dari camat, beras 50 karung kecil, kain-kain, tetapi tidak tercukupi,” ujar salah seorang warga di posko pengungsian.
Ia menegaskan bahwa kebutuhan paling mendesak saat ini adalah alat berat untuk pembersihan parit dan jalur sungai yang tersendat akibat material lumpur dan sampah terbawa arus banjir.
Baca juga: DPP Muda Seudang Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Banjir dan Lonsor di Aceh
“Yang paling dibutuhkan alat berat, alat berat pembersihan jalur parit, karena sungai ini (sambil menunjukkan arah sungai) yang dilihat ini, tidak tau lagi kemana mengalir, tidak ada arah lagi, jadi sudah menyebar, karena parit sudah tersendat, kalau sudah tersendat seperti ini, tidak tahu mau mengalir kemana, meluap terus kemana yang mengalir,” tambahnya.
Warga berharap pemerintah bisa segera menurunkan alat berat untuk membuka jalur air, agar banjir tidak semakin meluas dan bisa segera surut. Hingga saat ini, akses sejumlah kawasan masih sulit dijangkau, dan kegiatan normalisasi parit belum dapat dilakukan secara maksimal.










