PUNCA.CO – BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh mengeluarkan peringatan dini potensi banjir pesisir (rob) yang berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Aceh pada 5–10 Desember 2025. Peringatan tersebut dirilis menyusul fenomena astronomi Perigee yang bertepatan dengan fase Bulan Purnama, kondisi yang biasanya ikut memicu peningkatan tinggi muka air laut.
Kepala BMKG Sultan Iskandar Muda, Nasrol Adil, mengatakan bahwa posisi bulan yang berada pada jarak terdekat dengan bumi dapat memperkuat gaya tarik pasang. “Fenomena ini dapat menyebabkan kenaikan signifikan pada tinggi air laut dan memicu banjir rob di beberapa wilayah pesisir Aceh,” ujarnya dalam rilis resmi bernomor B/ME.02.04/047/KBTJ/XI/2025.
Baca juga: MPU Aceh Sebut Permainkan Harga untuk Keuntungan Berlebihan Haram Hukumnya
Berdasarkan hasil pemantauan dan prediksi pasang surut, BMKG mencatat potensi ketinggian air laut berada pada kategori sedang, antara 1,25 hingga 2,5 meter, dan dapat meningkat hingga kategori tinggi, sekitar 2,5 sampai 4 meter. Kondisi tersebut dinilai cukup mengkhawatirkan bagi permukiman dan sentra aktivitas ekonomi yang berada dekat garis pantai.
Nasrol menjelaskan bahwa banjir rob tidak hanya berdampak pada rumah warga, tetapi juga aktivitas pelabuhan, bongkar muat barang, serta usaha tambak garam dan perikanan darat. “Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di jam-jam pasang tertinggi,” tegasnya.
Baca juga: Aceh Besar Kembangkan Potensi Pertanian Unggulan di Kawasan UPT Leungah
Dalam lampiran rilisnya, BMKG merinci sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak. Lokasinya meliputi pesisir Meulaboh, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Aceh Timur, hingga Aceh Utara. Kawasan tersebut diketahui berada pada jalur pasang maksimum akibat aktivitas bulan.
BMKG meminta seluruh masyarakat pesisir memantau informasi terbaru melalui kanal resmi, termasuk potensi perubahan pola pasang yang dapat terjadi secara cepat. “Koordinasi dengan pemerintah daerah akan terus kami lakukan agar langkah penanganan dapat berjalan tepat,” kata Nasrol.









