PUNCA.CO – Warga Aceh Tamiang mulai kesulitan mendapatkan air bersih pascabanjir besar yang melanda lebih dari setengah wilayah Aceh. Keluhan itu langsung direspon cepat DPD Projo Aceh dengan menurunkan mobil tangki air ke beberapa titik pengungsian pada Minggu (7/12/2025).
Penyaluran air dilakukan di Desa Rantau Pauh, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang. Ketua Projo Aceh, Taufik, mengatakan pengiriman air bersih ini dilakukan menggunakan unit mobil tangki yang membawa suplai air dari Langsa, wilayah terdekat dari lokasi terdampak.
Baca juga: Uluran Tangan Projo untuk Aceh Tamiang
“Usai bawa sembako kemaren, kita terima banyak keluhan soal air bersih. Jadi kita inisiatif ambil dari Langsa pakai mobil tangki,” ujar Taufik.
Sebelumnya, Projo Aceh juga telah menyalurkan bantuan logistik ke Aceh Tamiang pada Rabu (3/12/2025) malam.
Aiyub, Ketua DPC Projo Aceh Timur, mengatakan pihaknya terus siaga di lapangan untuk memantau kondisi terkini dan menerima laporan warga.
Baca juga: Sudah 1,4 Juta Warga Terdampak Bencana Banjir dan Longsor Aceh
“Sesuai arahan Ketua DPD, kita siap siaga di lapangan. Kita stanby selalu dengan update kondisi saat ini,” ujar Aiyub.

Aiyub menyebut dirinya dan tim telah menyiapkan unit khusus untuk membantukebutuhan-kebutuhan mendesak yang belum tertangani pemerintah. Mengingat Aceh Timur berdekatan dengan Aceh Utara, Langsa, dan Aceh Tamiang, pihaknya lebih mudah menggerakkan tim dari wilayah tersebut.
“Kita apresiasi pemerintah dalam penanganan bencana. Namun keberadaan kita saat ini adalah bentuk kolaborasi untuk menutupi persoalan ataupun wilayah yang belum disentuh pemerintah,” tambah Aiyub.
Baca juga: Ditemani Mualem Prabowo Tinjau Jembatan Bailey Teupin Mane
Terkait perhatian terhadap wilayah terdampak lain seperti Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tengah, Taufik mengakui pihaknya masih mengupayakan pengiriman tim, namun terkendala akses.
“Insyaallah kita akan segera turunkan tim juga ke wilayah tengah,” kata Taufik.
Ia menambahkan, upaya Projo Aceh di lapangan turut mendapat dukungan dari DPP Projo. Menurutnya, komunikasi dengan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, terus dilakukan untuk memberikan laporan terbaru dari lokasi bencana.










