Home Kesehatan Muda Seudang Minta Pemerintah Pusat Hadirkan Psikolog dan Psikiater Tangani Korban Trauma
Kesehatan

Muda Seudang Minta Pemerintah Pusat Hadirkan Psikolog dan Psikiater Tangani Korban Trauma

Luka Tak Terlihat Pascabanjir Bandang, Muda Seudang Mendesak Negara Hadir Pulihkan Trauma Anak Aceh

Share
Muda Seudang Minta Pemerintah Pusat Hadirkan Psikolog dan Psikiater Tangani Korban Trauma
Seorang bapak-bapak saat melihat kondisi lingkungannya usai terkena Bencana Banjir di Aceh. | Dok. PUNCA.CO/Yum Mahardika
Share

PUNCA.CO – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Muda Seudang Aceh mendorong Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh segera menurunkan tenaga psikolog dan psikiater ke sejumlah lokasi pengungsian korban banjir bandang di Aceh.

Dorongan tersebut disampaikan menyusul banyaknya pengungsi, khususnya anak-anak, yang mengalami trauma psikologis akibat banjir bandang yang datang mendadak dan menghancurkan rumah serta lingkungan tempat tinggal mereka yang sebagian korban bahkan kehilangan anggota keluarga.

Wakil Ketua Umum Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Wardah, mengatakan penanganan bencana tidak boleh hanya berfokus pada korban jiwa dan kerugian materi, tetapi juga pada dampak psikologis yang ditinggalkan.

Baca juga: Jembatan Bailey Teupin Mane Rampung, Akses Bireuen-Bener Meriah Kembali Pulih

“Kami turun langsung ke lapangan dan menemukan banyak anak mengalami ketakutan berlebihan, sulit tidur, menangis terus-menerus, dan menunjukkan tanda-tanda trauma. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan. Kehadiran psikolog dan psikiater sangat mendesak,” kata Wardah, Minggu (14/12/2025).

Berdasarkan data sementara posko tanggap darurat serta laporan kader Muda Seudang di berbagai daerah, ratusan ribu warga Aceh terdampak banjir bandang dan terpaksa mengungsi. Ribuan di antaranya merupakan anak-anak yang kini tinggal di pengungsian dengan keterbatasan fasilitas.

Wardah menilai penanganan bencana harus dilakukan secara menyeluruh. Selain pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, air bersih, dan tempat tinggal sementara, pemerintah diminta memberi perhatian serius terhadap kesehatan mental korban, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lansia.

Baca juga: Dua Tower Emergency Pangkalan Brandan–Langsa Hampir Rampung

“Trauma pascabencana bisa berdampak panjang terhadap tumbuh kembang anak. Jika tidak ditangani sejak dini, luka psikologis ini akan sulit dipulihkan,” tegasnya.

Selain meminta kehadiran tenaga profesional, pihaknya juga mendorong penyediaan ruang ramah anak di setiap lokasi pengungsian serta pendampingan psikososial yang dilakukan secara berkelanjutan hingga kondisi korban benar-benar pulih.

Muda Seudang berharap Pemerintah Pusat, Pemerintah Aceh, dan seluruh pemangku kepentingan bergerak cepat dan bersinergi dalam penanganan dampak pascabencana.

“Kami berharap negara hadir secara nyata bagi masyarakat Aceh yang sedang tertimpa musibah. Penanganan menyeluruh, termasuk aspek psikologis, adalah tanggung jawab kemanusiaan yang tidak boleh diabaikan,” tutup Wardah.

Share
Tulisan Terkait

Penggantian Ijazah dan Transkrip Nilai yang Rusak Akibat Bencana Tidak Dipungut Biaya

PUNCA.CO – Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin, menegaskan untuk penggantian ijazah...

Muda Seudang: Panglima TNI Harus Copot dan Ajarkan Danrem Lilawangsa Soal Kekhususan Aceh

PUNCA.CO – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Muda Seudang mengecam keras dugaan tindakan...

Mentan Janji Segera Pulihkan Sawah Terdampak Banjir di Aceh

PUNCA.CO – Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman, menegaskan komitmennya untuk segera memulihkan...

Pemerintah Aceh Larang Pengambilan Kayu di Lokasi Banjir

PUNCA.CO – Pemerintah Aceh mengeluarkan peringatan tegas terkait keberadaan tumpukan kayu di...