PUNCA.CO – Proses belajar mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina Aceh Tamiang hingga kini belum bisa dimulai pascabanjir. Sekolah tersebut masih tergenang air dan menjadi satu-satunya SLB di Aceh Tamiang yang belum dapat digunakan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, mengatakan genangan banjir belum surut karena lokasi sekolah berada di kawasan rendah dan tidak memiliki saluran pembuangan air.
“Airnya masih ada sampai sekarang karena memang tidak ada buangan. Kalau ada saluran pembuangan, mungkin sudah bisa kita manfaatkan,” kata Murthalamuddin saat meninjau sekolah di Aceh Tamiang, Rabu (7/1/2026).
Baca juga: Harga Emas di Banda Aceh Makin Berkilau
Ia menjelaskan, pihaknya sempat mengusulkan agar kegiatan belajar dipindahkan sementara ke SMP Negeri 1 yang berada di seberang sekolah. Namun, rencana tersebut dinilai kurang aman bagi siswa berkebutuhan khusus.
“Anak-anak berkebutuhan khusus sulit kita kendalikan jika belajar di kelas biasa. Kami khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti terjatuh,” ujarnya.
Akibat kondisi tersebut, SLB Negeri Pemberi Aceh Tamiang masih harus diliburkan. Sebanyak 332 siswa penyandang disabilitas belum dapat mengikuti kegiatan belajar tatap muka.
Baca juga: Aceh Utara dan Bener Meriah Akhiri Masa Tanggap Darurat, Kini Tetapkan Transisi Pemulihan
Murthalamuddin menyebutkan, pihaknya telah memerintahkan langkah awal untuk mengatasi genangan air agar proses pembersihan dan perbaikan sekolah dapat segera dilakukan.
“Hari ini saya sudah perintahkan agar dicarikan cara membuang air terlebih dahulu, supaya sekolah bisa segera dikerjakan,” jelasnya.
Secara keseluruhan, Aceh memiliki 69 sekolah luar biasa. Dari jumlah tersebut, 26 SLB terdampak bencana banjir dan longsor. Saat ini, sebanyak 65 SLB sudah mulai aktif kembali, sementara empat SLB masih belum siap digunakan, terdiri dari satu SLB di Aceh Tamiang dan tiga SLB di Aceh Utara.










