PUNCA.CO – Harga emas perhiasan di Banda Aceh kembali mengalami kenaikan signifikan pada awal 2026. Saat ini, harga emas tercatat mencapai Rp8 juta per mayam atau setara 3,3 gram, belum termasuk ongkos pembuatan.
Pantauan di sejumlah toko emas di kawasan Pasar Aceh menunjukkan, harga jual emas per mayam telah berada di angka Rp8 juta. Sementara biaya pembuatan perhiasan masih berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp200 ribu, tergantung model dan tingkat kerumitan.
Baca juga: TKDN Hulu Migas Aceh Tembus 68,71%, BPMA Lampaui Target Nasional 2025
Kenaikan ini menjadikan harga emas sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah di Banda Aceh. Sebelumnya, pada pekan lalu, harga emas masih berada di kisaran Rp7.820.000 per mayam di luar ongkos pembuatan.
Salah seorang pedagang emas di Banda Aceh, Daffa, menyebut lonjakan harga emas dipengaruhi oleh situasi global yang belum stabil. Ketegangan geopolitik yang kembali meningkat mendorong pergerakan harga logam mulia di pasar internasional.
Baca juga: APBA 2026 Tahap Evaluasi, TAPA-Banggar DPRA Akan Bahas Penyesuaian Anggaran Bencana
Menurutnya, aksi jual emas dalam jumlah besar oleh investor asing turut memengaruhi fluktuasi harga. Kondisi tersebut berdampak langsung pada harga emas perhiasan di tingkat lokal.
Meski harga terus naik, aktivitas jual beli emas di Banda Aceh masih berlangsung, meski sebagian masyarakat mulai menahan pembelian sambil menunggu harga kembali stabil.










