Home Lokal Delapan Desa di Aceh Tengah Masih Terisolir, Tanggap Darurat Diperpanjang
Lokal

Delapan Desa di Aceh Tengah Masih Terisolir, Tanggap Darurat Diperpanjang

Jalur Darat Lumpuh, Distribusi Logistik ke Desa Terisolir Dilakukan via Helikopter

Share
Delapan Desa di Aceh Tengah Masih Terisolir, Tanggap Darurat Diperpanjang
Kondisi Desa Kalasegi, Kecamatan Bintang, Aceh Tengah yang masih belum pulih | Foto: PUNCA.CO
Share

PUNCA.CO – Delapan desa di Kabupaten Aceh Tengah hingga kini masih terisolir akibat longsor dan jembatan putus pascabencana, sehingga akses darat belum dapat dilalui dan penyaluran bantuan masih mengandalkan jalur udara.

Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, mengatakan delapan desa tersebut tersebar di dua kecamatan, yakni lima desa di Kecamatan Linge dan tiga desa di Kecamatan Ketol. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah memperpanjang status tanggap darurat selama tujuh hari ke depan.

“Dari total 295 desa di 14 kecamatan, masih ada delapan desa yang terisolir. Akses jalannya tertutup longsor dan jembatan rusak, sehingga belum bisa dilewati, bahkan dengan kendaraan roda dua,” kata Haili Yoga, Sabtu (31/1/2026).

Baca juga: Sekolah Rusak dan Ekonomi Terhimpit, Mimpi Kuliah Bella dan Asmaul di Ujung Tanduk

Ia menjelaskan, keterisolasian desa-desa tersebut menyebabkan distribusi bantuan logistik belum bisa dilakukan melalui jalur darat. Untuk memenuhi kebutuhan warga, bantuan sementara disalurkan menggunakan helikopter.

“Penyaluran bantuan masih lewat udara karena akses darat belum memungkinkan. Masyarakat di desa terisolir masih sangat membutuhkan bantuan,” ujarnya.

Haili Yoga menambahkan, penanganan infrastruktur di wilayah terdampak, khususnya di Kecamatan Ketol, membutuhkan dukungan pemerintah pusat. Jembatan yang rusak memiliki bentangan sekitar 300 meter dan tidak dapat ditangani oleh pemerintah kabupaten.

Baca juga: Tim Tabur Kejati Aceh Tangkap DPO Kasus Penipuan di Bireuen

“Kerusakan jembatan ini cukup berat. Kami membutuhkan keterlibatan pemerintah pusat. Saat ini proses penanganan sudah berjalan dengan dukungan TNI dan Polri,” katanya.

Sementara itu, di Kecamatan Linge, masih terdapat jembatan putus yang hanya bisa dilalui secara terbatas oleh kendaraan roda dua. Kondisi ini membuat mobilitas warga dan pemenuhan kebutuhan pokok menjadi sangat terbatas.

Bupati menyebutkan, kondisi warga terdampak di dua kecamatan tersebut berbeda. Di Kecamatan Ketol, sebagian besar warga sudah kembali ke rumah dan hanya sebagian kecil yang masih mengungsi. Namun, di Kecamatan Linge, banyak warga masih bertahan di pengungsian karena kerusakan permukiman yang parah.

Baca juga: Mualem Instruksi Seluruh SKPA Perkuat Koordinasi dalam Penanganan Bencana

“Di Linge, sebagian desa sudah tidak memiliki rumah yang layak huni, sehingga warga masih mengungsi,” ucapnya.

Menjelang Ramadan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berharap penanganan darurat, termasuk pembangunan hunian sementara, dapat segera diselesaikan agar warga terdampak dapat kembali beraktivitas dengan lebih aman.

“Kami berharap dalam tujuh hari ke depan kondisi ini bisa tertangani lebih baik. Pembangunan huntara sedang berproses dan menjadi prioritas,” tutup Haili Yoga.

Share
Tulisan Terkait

Pemerintah Aceh Percepat Identifikasi Lahan Huntap di 17 Kabupaten/Kota

PUNCA.CO – Pemerintah Aceh bergerak cepat mematangkan ketersediaan lahan untuk pembangunan Hunian...

Pemkab Konawe Salurkan Bantuan 100 Ton Beras untuk Korban Bencana Aceh

PUNCA.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara, menyalurkan bantuan kemanusiaan...

Tak Layak Digunakan, SMAS dan SMPS Bustanul Ulum Minta Dibangun Kembali

PUNCA.CO – SMAS dan SMPS Terpadu Bustanul Ulum Kabupaten Bener Meriah mengalami...

91.962 Warga Masih Mengungsi

PUNCA.CO – Sebanyak 24.426 kepala keluarga (KK) atau 91.962 jiwa masih bertahan...