PUNCA.CO – Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) bersama Wakil Gubernur Fadhlullah (Dek Fadh) menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas bantuan sapi meugang bagi masyarakat Aceh, khususnya korban bencana hidrometeorologi.
Bantuan tersebut menjadi kali kedua dari Presiden, setelah sebelumnya juga disalurkan pada momentum meugang menjelang Ramadan. Pemerintah Aceh menilai bantuan tersebut tidak hanya mendukung tradisi, tetapi juga meringankan beban warga di tengah situasi pascabencana.
“Kami atas nama Pemerintah Aceh dan seluruh rakyat Aceh mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas bantuan sapi meugang ini. Ini merupakan bentuk kepedulian nyata Pemerintah Pusat terhadap masyarakat Aceh, terutama di tengah kondisi sebagian warga yang sedang menghadapi dampak bencana hidrometeorologi,” ujar Gubernur, Selasa (17/3/2025).
Baca juga: Harga Tiket Pesawat Jakarta – Banda Aceh Melonjak Saat Mudik Lebaran
Menurut Mualem, bantuan tersebut memiliki makna lebih luas dari sekadar pelestarian tradisi meugang. Di tengah kondisi sulit akibat bencana, bantuan itu dinilai mampu membantu pemulihan sosial sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat.
Pemerintah Aceh juga melihat perhatian Presiden sebagai bentuk komitmen dalam penanganan bencana yang tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga aspek sosial dan kesejahteraan warga.
Dalam kesempatan itu, Mualem turut berharap Presiden dapat hadir langsung di Aceh saat Idul Fitri mendatang.
“Kami sangat berharap Bapak Presiden dapat hadir di Aceh dan merayakan Idul Fitri bersama masyarakat. Kehadiran beliau tentu akan menjadi kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri bagi rakyat Aceh,” katanya.
Baca juga: Gandeng FK USK, Dinsos Aceh Perkuat Kapasitas SDM dan Layanan Sosial
Sementara itu, Wakil Gubernur Fadhlullah menegaskan pihaknya terus memantau penanganan bencana agar berjalan optimal di lapangan.
“Bantuan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam meringankan beban masyarakat. Pemerintah Aceh akan terus memastikan bahwa penanganan bencana hidrometeorologi berjalan dengan baik, termasuk dalam mendukung pemulihan kehidupan sosial masyarakat,” ujar Wakil Gubernur.
Ia menambahkan, bantuan sapi meugang juga berdampak pada pengendalian inflasi di Aceh yang tercatat mencapai 6,94 persen (year on year) per Februari 2026. Komoditas daging menjadi salah satu penyumbang utama inflasi menjelang meugang.
“Karena itu, bantuan dari Bapak Presiden dalam bentuk sapi meugang juga tentu sangat mendukung penurunan angka inflasi di Aceh,” kata Fadhlullah.
Baca juga: Salat Idulfitri 1447 H Dipusatkan di Masjid Raya Baiturrahman
Tradisi meugang merupakan budaya khas Aceh yang dilakukan menjelang hari besar Islam, seperti Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha, dengan menyembelih serta mengonsumsi daging bersama keluarga.
Pemerintah Aceh berharap, melalui bantuan tersebut, masyarakat terutama yang terdampak bencana tetap dapat merayakan Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan.
Adapun total nilai bantuan sapi meugang dari Presiden mencapai Rp72,75 miliar yang disalurkan ke seluruh kabupaten/kota di Aceh, dengan porsi terbesar diterima Kabupaten Aceh Utara sebesar Rp19,55 miliar, disusul Aceh Tamiang Rp10,5 miliar, dan Aceh Timur Rp7,55 miliar. Bantuan juga menjangkau daerah lain, termasuk Simeulue yang turut terdampak gempa saat bencana hidrometeorologi melanda.










