PUNCA.CO – Dugaan penganiayaan yang dilakukan Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, terhadap Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Trienggadeng, Muhammad Reza, menuai kecaman tajam dari publik. Peristiwa yang terjadi di dapur Makanan Bergizi (MBG) itu dinilai mencederai etika pemerintahan dan mencoreng martabat pejabat publik di Kabupaten Pidie Jaya.
Berdasarkan informasi yang beredar, insiden bermula saat Wakil Bupati mendatangi dapur MBG Kecamatan Trienggadeng. Di lokasi itu, ia dikabarkan memarahi petugas lalu meninju kepala Muhammad Reza hingga menimbulkan kehebohan di kalangan pegawai dan masyarakat sekitar.
Baca juga: Pemko Banda Aceh dan Bulog Salurkan Bantuan Pangan, 9.996 Keluarga Terima Beras dan Minyak Goreng
Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait proses hukum dugaan penganiayaan tersebut.
Menanggapi peristiwa itu, organisasi Muda Seudang Pidie Jaya menyampaikan keprihatinan mendalam dan mendesak Polres Pidie Jaya untuk segera mengusut kasus ini secara transparan dan tanpa pandang bulu.
“Kita tidak ingin kasus ini berakhir di meja mediasi atau diselesaikan secara kekeluargaan tanpa kejelasan hukum. Ini bukan hanya soal amarah, tapi soal tanggung jawab moral dan integritas pejabat publik. Hukum harus berlaku sama bagi semua,” ujar Bahagia, salah satu kader DPW Muda Seudang Pidie Jaya, Kamis (30/10/2025).
Baca juga: Wabup Pidie Jaya Akui Pukul Kepala Dapur Program Makanan Bergizi Gratis karena Emosi Saat Sidak
Menurut Muda Seudang, tindakan kekerasan, apalagi dilakukan oleh pejabat daerah, merupakan bentuk kemunduran dalam tata kelola pemerintahan. Pejabat publik seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat, bukan justru memperlihatkan contoh buruk dengan memukul warga atau bawahannya di tempat umum.
Lebih lanjut, mereka menilai insiden ini mencerminkan krisis budaya birokrasi yang masih sarat ego kekuasaan serta lemahnya etika di lingkungan Pemerintahan Pidie Jaya.
“Program MBG itu dibuat untuk rakyat. Kalau pemimpin daerah justru membuat gaduh dan melakukan kekerasan, bagaimana rakyat bisa percaya lagi pada pemerintahnya?” tegasnya.
Dalam pernyataannya, Muda Seudang mendesak Polres untuk segera memeriksa seluruh saksi dan pihak terkait, termasuk korban dan staf dapur MBG, serta mengamankan bukti fisik dan dokumentasi di lokasi kejadian.
Baca juga: Diduga Pukul Petugas Dapur MBG, Wakil Bupati Pidie Jaya Terancam Dilaporkan ke Polisi
Mereka juga meminta kepolisian menetapkan status hukum yang jelas terhadap pihak yang terlibat tanpa tekanan politik maupun intervensi kekuasaan, serta membuka informasi perkembangan kasus secara transparan kepada publik agar kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum tidak luntur.
Selain itu, Muda Seudang juga mendesak Bupati Pidie Jaya dan DPRK agar tidak berdiam diri, melainkan bersikap tegas dengan mengevaluasi perilaku bawahannya yang mencoreng citra pemerintahan.
“Kita tidak boleh membiarkan kekerasan dilegitimasi atas nama jabatan,” tegas Bahagia.
Ia menambahkan, kasus ini harus menjadi momentum untuk membersihkan birokrasi dari praktik arogansi dan kekerasan. Menurutnya, Pidie Jaya membutuhkan pemimpin yang beretika, bukan pemarah.
“Jika hukum dibiarkan tumpul ke atas, maka rakyat akan kehilangan harapan,” pungkasnya.






