PUNCA.CO – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Lhoong sejak Selasa (11/11/2025) pagi menyebabkan banjir luapan di dua gampong, yakni Teungoh Geunteut dan Baroh Geunteut, Kabupaten Aceh Besar.
Akibatnya, puluhan rumah warga, lahan pertanian, serta fasilitas umum tergenang air hingga setinggi 40 sentimeter.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, mengatakan banjir mulai terjadi sekitar pukul 10.00 WIB setelah Sungai Krueng Kala meluap karena tidak mampu menampung debit air hujan yang terus meningkat.
Baca juga: Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Halte Trans Kutaraja, Polisi Olah TKP
Genangan air sempat menutup akses jalan utama menuju Gampong Teungoh Geunteut selama beberapa jam.
“Curah hujan yang cukup tinggi sejak pagi membuat aliran sungai meluap ke jalan dan pemukiman warga. Sekitar 40 rumah warga di Gampong Teungoh Geunteut dan 23 rumah di Baroh Geunteut sempat tergenang air,” ujar Ridwan Jamil.
Ia menjelaskan, selain merendam rumah, air juga menggenangi lahan persawahan masyarakat seluas ±7 hektare yang saat ini memasuki masa panen, serta satu unit sekolah dasar (MIN 41 Lhoong) dan delapan unit warung milik warga.
“Meski tidak ada korban jiwa dan warga tidak sampai mengungsi, kondisi ini sempat menghambat aktivitas masyarakat sejak pagi hingga sore hari,” tambahnya.
Ridwan menyebut, petugas BPBD bersama unsur Muspika, TNI, Polri, dan aparatur gampong telah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan serta memantau kondisi debit air di sejumlah titik rawan.
“Kami terus melakukan asesmen di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Saat ini genangan air sudah mulai surut, namun kami tetap siaga karena cuaca masih berpotensi hujan,” katanya.
Baca juga: Banjir Rendam Sejumlah Kecamatan di Aceh Selatan, Ketinggian Air Capai 80 Cm
Menurut laporan petugas Pos Damkar BPBD di Lhoong, intensitas hujan mulai menurun menjelang sore. Debit air di Krueng Kala, Krueng Puding, dan Krueng Lam Sujen juga terpantau mulai stabil meski masih terdapat peningkatan aliran air yang keruh dan deras.
“Situasi berangsur normal, masyarakat yang rumahnya sempat tergenang kini sedang membersihkan sisa lumpur dan perabot yang terkena air. Kami mengimbau warga untuk tetap waspada, karena potensi hujan dengan intensitas tinggi masih bisa terjadi,” ujar Ridwan.










