PUNCA.CO – Ratusan warga di Banda Aceh dan Aceh Besar masih kesulitan mendapatkan tabung gas elpiji, baik subsidi maupun non-subsidi. Dalam beberapa hari terakhir, antrean panjang terlihat di berbagai pangkalan akibat pasokan yang belum kembali normal.
Di Desa Lambung, Banda Aceh, warga bahkan sudah mengantre meski elpiji belum tersedia. Tabung-tabung gas ditinggalkan di lokasi pangkalan, sementara pemiliknya pulang untuk menunggu giliran.
“Yang antre itu tabungnya saja, orangnya pulang. Aman karena ada yang jaga,” kata Nani, warga setempat.
Baca juga: Tercatat 77 Lembaga dan 1.960 Relawan Terlibat Pemulihan Bencana di Aceh
Situasi serupa terjadi di Desa Jruek Balee, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar. Warga setempat mulai kembali mendapatkan elpiji subsidi setelah distribusi terhenti hampir tiga pekan akibat banjir dan longsor. Namun, jumlah pasokan yang terbatas membuat antrean tetap tak terhindarkan.
Salah seorang warga, Yusnidar, menyebut mobil pengangkut gas baru tiba sekitar pukul 00.00 WIB. Meski desa masih mengalami pemadaman listrik, warga tetap bertahan menunggu demi mendapatkan elpiji.
“Mobil gas datang tengah malam. Walaupun gelap, kami tetap antre karena sudah lama tidak dapat gas,” ujarnya.
Baca juga: Dua Kapal Dikerahkan Angkut Pasokan LPG dari Aceh Utara
Nuraini mengatakan, sejak sepekan terakhir warga terus memburu elpiji setelah distribusi dibuka kembali. Sebelumnya, selama hampir tiga pekan, desa tersebut sama sekali tidak mendapat pasokan elpiji subsidi.
Selama kelangkaan berlangsung, warga terpaksa memasak menggunakan kayu bakar dan kompor minyak. Kondisi ini diperparah dengan pemadaman listrik yang berkepanjangan, sehingga aktivitas warga pada malam hari menjadi sangat terbatas.
“Selama ini masak pakai kayu bakar. Alhamdulillah sekarang dapat satu tabung, yang penting bisa dipakai dulu,” katanya.
Baca juga: Warga Neuheun Aceh Besar Kirim Bantuan untuk Korban Banjir
Untuk menghindari penumpukan dan memastikan pembagian merata, pangkalan membatasi pembelian elpiji satu tabung per kepala keluarga.
“Satu KK satu tabung supaya semua kebagian,” ujar Nuraini.
Meski distribusi mulai berjalan, warga menilai pasokan elpiji subsidi masih jauh dari kebutuhan. Mereka berharap pemerintah dan pihak terkait segera menormalkan distribusi LPG serta mempercepat pemulihan listrik agar kehidupan masyarakat pasca bencana kembali stabil.










