PUNCA.CO – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) memastikan kemunculan gas dari dalam tanah di Dusun Pulo Raya, Desa Gunong Cut, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, tidak membahayakan warga. Gas tersebut muncul berupa gelembung dari area bekas endapan lumpur pascabanjir.
Bidang Keteknikan Geologi dan Geofisika BPMA, Brianto Adhie Setya W, mengatakan hasil pengamatan awal menunjukkan gas itu tidak mengandung hidrogen sulfida (H₂S) maupun karbon monoksida (CO). Selain itu, tekanan gas yang keluar juga tergolong kecil.
Baca juga: Gaji ASN di Aceh Utara Tertunda, Berikut Klarifikasi Pemerintah Aceh
“Dari aspek keselamatan, gas ini relatif aman karena tidak mengandung H₂S dan CO. Tekanannya kecil. Selama tidak ada pemicu, gas ini tidak berbahaya,” kata Brianto usai meninjau lokasi bersama Kepala BPMA, Kepala Dinas ESDM Aceh, serta Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Rabu (7/1/2026).
Meski dinilai aman, BPMA menegaskan perlu dilakukan pengambilan sampel gas untuk memastikan jenis dan kandungannya. Sampel tersebut nantinya akan diuji di laboratorium guna memastikan apakah gas itu berbahaya atau tidak.
Baca juga: Satu SLB di Aceh Tamiang Masih Diliburkan Pascabanjir
BPMA juga mendorong kajian lanjutan, termasuk pemetaan persebaran gas serta penelitian ketebalan dan kedalaman sumbernya. Kajian ini diperlukan sebagai dasar untuk menilai potensi pemanfaatan gas, termasuk kelayakan dan nilai ekonominya.
“Tanpa kajian itu, potensi ekonominya belum bisa ditentukan,” jelas Brianto.
Sambil menunggu hasil penelitian, BPMA meminta agar titik-titik kemunculan gas diberi penanda. Langkah ini untuk mencegah aktivitas berisiko di sekitar lokasi. Brianto mengingatkan, potensi bahaya justru bisa muncul akibat ketidaktahuan masyarakat, terutama jika terdapat aktivitas pembakaran di dekat sumber gas.
Baca juga: Harga Emas di Banda Aceh Makin Berkilau
Kepala BPMA Nasri juga menegaskan masyarakat tidak perlu panik menghadapi fenomena tersebut.
“Warga tidak perlu panik terhadap fenomena gas ini. Berdasarkan data kajian teknis sejauh ini, fenomena ini tidak berbahaya selama tidak ada pemicunya.”
Ia menambahkan, “Meski demikian, kami berharap agar masyarakat tetap waspada,” tutup Nasri. (adv)










