PUNCA.CO – Rehab rekon banjir bandang harus dijalankan secara terpadu, dan tidak membangun gap antara pemerintah pusat, pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Karena keterpaduan program dinilai memberikan kemudahan dan kelancaran dalam percepatan pelaksanaan rehab-rekon tersebut.
Hal tersebut disampaikan Juanda Djamal, salah seorang kader Partai Aceh kepada awak media PUNCA.CO, Minggu (22/2/2026). Menurutnya beberapa pandangan yang disampaikan oleh pengamat, komentarnya justru cenderung menciptakan gap relasi antara Pemerintah Aceh – Jakarta.
“Jangan bangun gap, karena itu berdampak negatif pada relasi Aceh-Jakarta, era damai adalah era perkuat sumber daya manusia (SDM) dan Kelola SDA dengan benar,” jelasnya.
Baca juga: Hermes Palace Hotel Sajikan Ragam Kuliner Nusantara untuk Iftar Ramadan
Juanda menjelaskan, bahwa sebenarnya relasi dan komunikasi yang sudah dibangun oleh kepala Pemerintah Aceh, H.Muzakir Manaf, sudah mantap. Beliau sangat menghormati keberadaan Pemerintah pusat melalui Satgassus nasional.
“Buktinya, korban bencana dapat menikmati meugang menjelang bulan Ramadhan. Itu contoh komunikasi yang tepat oleh seorang Gubernur. Pesannya jelas dan di respon cepat pemerintah nasional,” tambah Juanda.
Jadi, menurutnya, siapapun yang mengkritisi proses rehab-rekon saat ini, sebaiknya membangun perspektif strategis yang bisa menguatkan dan melancarkan. Jangan malah kontradiktif sehingga dapat memperkeruh relasi yang sudah bagus dibangun oleh Gubernur Aceh.
Baca juga: Resmi Dilantik, Azra Siap Perkuat Muda Seudang Hingga Tingkat Sagoe
Melihat lagi ke belakang, surat Gubernur Aceh yang dilayangkan ke PBB tanpa sepengetahuan sang Gubernur. Ini merupakan suasana yang dapat memperburuk relasi Aceh-Jakarta dan positifnya untung Mualem selaku Gubernur cepat mengklarifikasinya.
“Tindakan demikian sangat ceroboh ditingkat Sekretariat Daerah Aceh. Kenapa bisa surat ditandatangani oleh Mualem tanpa sepengetahuan beliau. Ini masalah serius sebenarnya, dan haruslah jadi pembelajaran,” ungkap Juanda.
Baca juga: Mendagri dan Wagub Buka Puasa Hingga Tarawih Bersama Warga di Aceh Tamiang
Oleh karenanya, Juanda berharap semua pihak terutama dijajaran pemerintah Aceh, untuk memperkuat relasi dan komunikasi yang sudah dibangun oleh Gubernur Aceh Mualem dengan Presiden RI, dengan cara menindaklanjutinya bersama Satgas Nasional secara konstruktif.
“Juga kita minta pada Kepala Satgas Nasional, dalam hal ini ketua tim wilayah pelaksana percepatan Rehab Rekon agar dapat menyelenggarakan sistem yang lebih terpadu. Sehingga tidak ada lagi gap dengan tim pemerintah Aceh dan Kabupaten/Kota,” tutup Juanda Djamal.






