PUNCA.CO – Aktivitas penjualan keripik di kawasan Sare, Kabupaten Aceh Besar, mengalami penurunan signifikan sejak beroperasinya jalan tol yang menghubungkan Banda Aceh dan Pidie .
Pantauan di lapangan, Kamis (9/4/206) menunjukkan sejumlah lapak penjual keripik yang sebelumnya ramai disinggahi pengendara kini tampak sepi. Bahkan, beberapa di antaranya terpaksa menutup usaha karena minimnya pembeli.
Baca juga: Banjir Kembali Rendam Meurah Dua, Jalan Nasional Tergenang
Salah satu pedagang mengaku, sejak jalan tol digunakan, arus kendaraan yang melintasi jalur lama di kawasan Sare menurun drastis. Kondisi ini berdampak langsung pada pendapatan mereka yang mengandalkan pembeli dari pengguna jalan.
“Dulu banyak mobil singgah beli keripik, sekarang sudah jarang lewat sini, sudah sepi” ujar seorang penjual.
Tak hanya penjual keripik, sejumlah rumah makan di sepanjang jalur tersebut juga mengalami nasib serupa. Beberapa di antaranya terlihat tutup karena berkurangnya pelanggan.
Baca juga: Ribuan Warga Banda Aceh Belum Tercover Jaminan Kesehatan
Selain menutup usaha, sebagian pedagang memilih bertahan dengan cara pindah lokasi. Kawasan Padang Tiji, Kabupaten Pidie menjadi salah satu tujuan relokasi karena dinilai masih memiliki potensi pasar dari lalu lintas kendaraan yang merupakan salah satu jalan keluar dan masuk ke jalan tol.
Perubahan pola mobilitas masyarakat akibat kehadiran jalan tol disebut menjadi faktor utama menurunnya aktivitas ekonomi di jalur lama. Pengendara kini cenderung memilih jalur tol yang lebih cepat, sehingga tidak lagi melintasi kawasan Sare.







