PUNCA.CO – Ketua Umum Forum Paguyuban Mahasiswa Pemuda Aceh (FPMPA), Daffa Taqi Abiyyu, menegaskan kesiapan FPMPA untuk mengawal pelaksanaan RPJMA (Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Aceh) Pemerintahan Mualem-Dek Fadh, khususnya pada sektor kepemudaan dan kebencanaan pascabencana yang terjadi di sejumlah wilayah Aceh.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Roadshow Pemuda Aceh 2026 yang diselenggarakan FPMPA bekerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh di Aula Hotel Diana, Banda Aceh, Kamis (21/5/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Kolaborasi dan Aspirasi Pemuda untuk Penguatan Kebijakan Pemerintah Aceh Pasca Banjir” itu menjadi ruang penyerapan aspirasi pemuda dari berbagai daerah terdampak bencana.
“RPJMA Pemerintahan Mualem-Dek Fadh harus mampu menghadirkan kebijakan yang konkret dan menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama dalam proses rehabilitasi dan pemulihan pascabencana,” ujar Daffa dalam sambutannya.
Menurutnya, sektor kepemudaan dan kebencanaan perlu menjadi perhatian serius pemerintah karena memiliki keterkaitan langsung dengan pembangunan sosial masyarakat Aceh ke depan.
Ia menilai pemuda memiliki peran penting dalam mendukung penguatan kebijakan daerah, baik melalui pengawasan, penyampaian aspirasi, maupun keterlibatan aktif dalam proses pembangunan. Oleh sebab itu, FPMPA menyatakan siap menjadi bagian dalam mengawal arah kebijakan pemerintah agar program pembangunan benar-benar berjalan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.
Baca juga: Roadshow Pemuda Aceh 2026, Kolaborasi FPMPA dan Dispora Tampung Aspirasi Daerah Terdampak Banjir
Daffa juga menyampaikan bahwa berbagai aspirasi yang dihimpun melalui Roadshow Pemuda Aceh 2026 akan menjadi bahan rekomendasi yang nantinya disampaikan kepada Pemerintah Aceh sebagai bentuk kontribusi pemuda terhadap penguatan RPJMA Pemerintahan Mualem-Dek Fadh.
Menurutnya, pembangunan Aceh pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga harus memperhatikan penguatan kapasitas pemuda, ketahanan sosial masyarakat, serta kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Baca juga: Pengeboran Sumur Irigasi di Aceh Utara Semburkan Gas dan Api Setinggi 75 Meter, Warga Sempat Panik
Sebagai penutup sambutannya, Daffa berharap melalui kegiatan tersebut dapat terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan generasi muda dalam menciptakan kebijakan pembangunan Aceh yang lebih inklusif, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat secara berkelanjutan.










