PUNCA.CO – Malware RedHook kini menjadi ancaman bagi pengguna Android di Indonesia. Program jahat berbentuk Trojan Akses Jarak Jauh (Remote Access Trojan/RAT) tersebut mampu mengambil alih kendali perangkat hingga berpotensi mencuri dana dari rekening korban.
Dilansir CNBC Indonesia (20/7/2026), Berdasarkan penjelasan perusahaan riset keamanan siber Group-IB, serangan dimulai ketika pelaku mengirimkan tautan kepada calon korban. Tautan tersebut dapat disebarkan melalui pesan singkat, panggilan telepon, email, maupun berbagai platform media sosial.
Korban kemudian diarahkan menuju sebuah situs yang dirancang menyerupai Google Play Store. Dari halaman tersebut, pengguna diminta mengunduh file APK yang telah disusupi malware.
Baca juga: Fadhil Ilyas Raih Pemred Award 2026 The Best Communication
Setelah aplikasi terpasang, korban akan diminta memberikan izin Aksesibilitas. Permintaan itu dibuat seolah-olah diperlukan agar aplikasi dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Izin tersebut dimanfaatkan malware untuk mengaktifkan fitur Wireless Android Debug Bridge (ADB). Dengan akses tersebut, pelaku dapat menjalankan aksi penipuan keuangan tanpa diketahui oleh pemilik perangkat.
Selain mengambil alih kendali ponsel, malware RedHook juga dirancang agar sulit dihapus. Program berbahaya ini mampu mengelabui sistem sehingga tetap aktif dan berjalan di latar belakang dalam waktu lama.
Baca juga: Pemerintah Aceh Percepat Kegiatan Tambahan TKD untuk Pemulihan Pasca Bencana Hidrometeorologi
Malware ini pada awalnya menyasar pengguna di Vietnam sebelum akhirnya memperluas target ke Indonesia. Sementara itu, penyebaran RedHook ke Indonesia dilaporkan terjadi pada Rabu (15/7/2026).
Untuk mengurangi risiko serangan, pengguna Android disarankan hanya mengunduh aplikasi melalui toko resmi seperti Google Play Store. Jika terpaksa memasang file APK dari luar toko resmi, pengguna perlu memastikan sumbernya tepercaya dan memeriksa setiap izin yang diminta aplikasi.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan untuk tidak sembarangan membuka tautan yang diterima melalui email, pesan singkat, panggilan telepon, maupun media sosial, terutama jika berasal dari sumber yang tidak dikenal.






