PUNCA.CO – Relawan Pro Jokowi (Projo) bersiap menggelar Kongres III pada 1–2 November 2025 mendatang di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. Ribuan pengurus dari seluruh Indonesia akan hadir dalam agenda lima tahunan tersebut yang akan membahas arah organisasi dan pemilihan Ketua Umum Projo periode 2025–2030.
Menariknya, dilansir Detik.com, Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, belum memastikan apakah dirinya akan kembali maju sebagai calon ketua umum. Ia memilih menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada peserta kongres.
Baca juga: Aktivis HAM Aceh Minta Presiden Tuntaskan Pemulihan Hak Korban Pelanggaran HAM Berat
“Kita serahkan ke peserta kongres,” kata Budi Arie, Senin (27/10/2025).
Sebelumnya, Budi Arie ikut memastikan bahwa Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) akan hadir dalam kongres tersebut. Jokowi, yang juga Ketua Dewan Pembina Projo, dikonfirmasi bersedia datang setelah menerima kunjungan Budi Arie dan rombongan di kediamannya di Sumber, Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (24/10/2025).

“Pak Jokowi tadi sudah menyatakan bersedia hadir dalam kongres nanti. Beliau kan Ketua Dewan Pembina Projo,” kata Budi Arie Setiadi dalam keterangannya, Jumat (24/10/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Jokowi sempat berpesan agar Projo tetap solid dan terus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Baca juga: Harga Emas Turun Tajam di Banda Aceh
“Projo dari awal memang termasuk pendukung utama pemerintahan Prabowo-Gibran, bahkan sejak awal menjelang Pilpres 2024,” ujar Budi Arie.
Selain Jokowi, Presiden Prabowo dan Wapres Gibran juga telah diundang secara resmi oleh panitia.
“Kami mengundang secara resmi Presiden Prabowo dan Wapres Gibran. Sebuah kehormatan bagi kami bila beliau hadir,”katanya, Sabtu (25/10/2025).
Budi menegaskan, hingga saat ini Projo masih berkomitmen sebagai organisasi masyarakat (ormas) dan belum berencana bertransformasi menjadi partai politik.
Kehadiran Jokowi, Prabowo, dan Gibran, diprediksi akan menjadikan Kongres III Projo salah satu forum politik terbesar pasca-Pilpres 2024, sekaligus menentukan arah gerakan relawan yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan utama di akar rumput pendukung pemerintahan.










