PUNCA.CO – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk sejumlah wilayah Aceh pada 14 hingga 16 Mei 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan berpotensi terjadi dan dapat disertai angin kencang, banjir, hingga tanah longsor.
Forecaster on Duty BMKG SIM, Angga Dirta, mengatakan potensi cuaca ekstrem tersebut dipengaruhi beberapa faktor atmosfer yang saat ini aktif di wilayah Aceh. Salah satunya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang masih berada pada fase aktif.
Baca juga: BMKG Prediksi Puncak El Nino pada Agustus Mendatang
“MJO masih berada pada fase 3 dan secara spasial masih terpantau aktif di wilayah Aceh. Selain itu terdapat belokan angin, konvergensi, serta suhu muka laut yang hangat di Perairan Barat dan Timur Aceh yang meningkatkan suplai uap air untuk pembentukan awan hujan,” ujar Angga, Kamis (14/5/2026).
Menurut BMKG, kondisi atmosfer tersebut memicu pertumbuhan awan hujan lebih intens di sejumlah daerah dalam beberapa hari ke depan, terutama pada sore hingga malam hari.
Pada 14 Mei 2026, wilayah yang diprediksi berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat meliputi Aceh Besar, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Timur, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Pidie.
Baca juga: Gempa M5,4 Guncang Aceh, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Sementara pada 15 Mei, potensi hujan diperkirakan terjadi di Aceh Barat, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Sabang, dan Pidie.
Adapun pada 16 Mei, cuaca serupa diprediksi masih berpotensi terjadi di Aceh Besar, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, dan Pidie.
BMKG mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara tiba-tiba, khususnya bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun pengguna jalan.
Baca juga: Gempa M6,4 Guncang Sinabang, BMKG Catat Satu Kali Gempa Susulan
“Masyarakat perlu waspada terhadap hujan lebat yang dapat disertai angin kencang, serta potensi banjir dan tanah longsor di wilayah rawan,” kata Angga.
Selain peringatan cuaca, BMKG juga mendeteksi satu titik panas (hotspot) di Aceh berdasarkan pemantauan satelit pada 13 Mei 2026. Titik panas tersebut berada di Kecamatan Rantau Selamat, Kabupaten Aceh Timur, dengan tingkat kepercayaan sedang.










