PUNCA.CO – Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Karyawan Tokopedia menjadi perhatian pemerintah setelah muncul informasi bahwa sekitar 90 persen karyawan terdampak pemutusan hubungan kerja usai ByteDance menjadi pemegang saham mayoritas perusahaan sejak 2023. Pemerintah menyatakan akan melakukan pendalaman sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
Dilansir Tribunnews.com (4/7/2026), Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengatakan pemerintah akan menemui perwakilan pekerja maupun manajemen perusahaan guna memperoleh gambaran yang utuh mengenai kondisi yang terjadi.
“Saya sedang mengatur waktu untuk bertemu langsung dengan para pekerja maupun pihak perusahaan. Kita tidak boleh hanya mendengar dari satu sisi. Pemerintah harus mendapatkan gambaran yang utuh mengenai apa yang sebenarnya terjadi,” kata Said.
Baca juga: Pemerintah Siapkan KPR Subsidi Tenor 40 Tahun, Cicilan Mulai Rp773 Ribu per Bulan
Ia menjelaskan sektor ekonomi digital memiliki karakteristik berbeda dibanding industri manufaktur sehingga setiap persoalan ketenagakerjaan harus dikaji secara menyeluruh. Pemerintah bersama Kementerian Ketenagakerjaan akan mencari fakta di lapangan untuk mengetahui akar persoalan.
“Tokopedia dan TikTok merupakan bagian dari industri ekonomi digital berbasis platform. Karena itu, kami akan turun terlebih dahulu mencari fakta di lapangan. Saya akan mengajak Kementerian Ketenagakerjaan untuk bersama-sama melakukan pendalaman agar diketahui secara jelas akar persoalannya,” kata Said.
Sementara itu, pihak TikTok menyampaikan bahwa perusahaan tengah melakukan penyelarasan organisasi, khususnya pada divisi riset dan pengembangan (R&D), sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang. Perusahaan tidak mengungkapkan jumlah karyawan yang terdampak PHK.
Baca juga: Potongan 8 Persen Driver Grab dan Gojek Berlaku, Pengemudi Masih Bingung Skema Perhitungannya
“Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan (R&D) pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami,” ungkap juru bicara TikTok.
TikTok juga menegaskan akan terus berinvestasi dalam pengembangan Tokopedia serta memperkuat ekosistem perdagangan digital di Indonesia.
“Kami akan terus berinvestasi untuk menjadikan Tokopedia sebagai platform yang lebih baik bagi pengguna dan penjual kami, serta terus memberdayakan pelaku usaha lokal dalam membangun ekosistem e-commerce yang berkelanjutan di Indonesia,” kata juru bicara TikTok.
Baca juga: Kepengurusan FPKR Rampung, Dhamer Syam Jabat Ketua dan Saidi Hasan Sekretaris
Sebagai informasi, ByteDance mengakuisisi 75,01 persen saham Tokopedia pada akhir 2023, sedangkan 24,99 persen sisanya masih dimiliki PT GoTo. Berdasarkan data iPrice periode Januari–Maret 2022, Tokopedia merupakan marketplace dengan jumlah karyawan terbanyak, yakni 7.409 orang, disusul Shopee dengan 6.232 karyawan.






