PUNCA.CO – Himpunan Mahasiswa Sosiologi (HIMASIO) FISIP Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menggelar Kelompok Belajar Bareng HIMASIO USK sebagai ruang bertukar gagasan dan memperkuat tradisi diskusi mahasiswa.
Kegiatan tersebut berlangsung di Pelataran FISIP USK, Kamis (27/8/2026), dengan tema ‘Menelusuri Jejak Sosiologi: Dari Kelahiran Ilmu hingga Kontribusinya bagi Masyarakat.’ Forum tersebut terbuka untuk umum.
Kelompok Belajar Bareng membahas perjalanan ilmu Sosiologi, mulai dari sejarah kelahirannya, perkembangan pemikiran, hingga kaitannya dengan berbagai fenomena dan persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.
Baca juga: Mualem Bahas Mitigasi Bencana Bersama Kapolda dan Ketua DPRA
Selain memperluas pemahaman akademik, kegiatan ini diarahkan untuk mendorong mahasiswa melihat realitas sosial secara kritis serta memahami kontribusi ilmu Sosiologi dalam kehidupan masyarakat.
M. Devan Akbar tampil sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut, sedangkan Rama Hurmuzi bertindak sebagai pemantik diskusi. Setelah pemaparan materi, peserta mengikuti sesi tanya jawab dan diskusi secara aktif.
Ketua HIMASIO FISIP USK, Rizqa Rahmatillah, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali budaya diskusi di lingkungan mahasiswa.
Baca juga: Mualem Instruksikan Distanbun Pacu Penanganan Petani Terdampak Bencana
“Gerakan akar rumput di kalangan mahasiswa harus kita hidupkan kembali, mengingat hari ini banyak mahasiswa yang kehilangan gairah dalam berdiskusi. Jadi harapan saya KBB bisa membangkitkan gairah-gairah berdiskusi dan berdialektika, terutama di Fakultas Maroon tercinta,” ujar Rizqa, Kamis (3/9/2026).
Menurutnya, Kelompok Belajar Bareng HIMASIO USK tidak hanya diarahkan sebagai forum akademik, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk saling bertukar pemikiran, mempertanyakan realitas, dan membangun kesadaran kritis.
Melalui forum tersebut, HIMASIO FISIP USK berupaya menjadikan diskusi sebagai bagian dari aktivitas mahasiswa, sekaligus ruang untuk belajar, berdialektika, dan memahami berbagai persoalan sosial secara lebih kritis.









