PUNCA.CO – Kementerian Agama (Kemenag) mempercepat pemulihan pascabencana Aceh dengan memperkuat kolaborasi bersama perguruan tinggi. Upaya tersebut dibahas dalam Diskusi Publik Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Provinsi Aceh di Event Hall AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Jum’at (24/7/2026).
Staf Ahli Menteri Agama RI Bidang Hukum dan HAM, Dr H Faisal Ali Hasyim SE MSi, mengatakan Menteri Agama memberikan perhatian khusus terhadap percepatan pemulihan dampak banjir di Aceh. Kemenag menargetkan proses rehabilitasi dapat berjalan maksimal hingga September mendatang.
“Kita akan terus kebut proses pemulihan ini. Insya Allah hingga September nanti kita targetkan capaian pemulihan dapat berlangsung secara maksimal,” ujar Faisal Ali.
Baca juga: Penanganan Bencana Aceh Menunjukkan Tren Positif, Huntara Capai 99 Persen
Selain mempercepat rehabilitasi, Faisal meminta seluruh pihak memastikan validitas data kerusakan dan penerima bantuan yang berada dalam pendataan Kemenag. Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat terdampak tidak terlewat dari proses penyaluran dukungan.
Ia juga mengajak para rektor membantu mengidentifikasi mahasiswa yang keluarganya terdampak bencana. Dengan demikian, mahasiswa tersebut dapat memperoleh perhatian dan dukungan yang dibutuhkan.
Komitmen serupa disampaikan Rektor USK Prof Dr Mirza Tabrani SE MBA DBA. USK menyiapkan sejumlah dukungan bagi mahasiswa terdampak agar tetap dapat melanjutkan perkuliahan, antara lain melalui beasiswa, layanan kesehatan, serta keterlibatan tenaga medis dan sivitas akademika dalam pelayanan masyarakat di wilayah terdampak.
Forum tersebut dihadiri 12 rektor perguruan tinggi negeri dan swasta di Aceh. Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Mujiburrahman MAg, menekankan pentingnya memasukkan local wisdom dalam proses pemulihan agar pembangunan tetap sesuai dengan nilai, budaya, dan karakter masyarakat Aceh.
Diskusi dipimpin Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Dr Safrizal ZA selaku Kepala Posko Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera di Aceh. Menurut Safrizal, forum tersebut menjadi wadah untuk menyatukan pandangan, menyampaikan perkembangan pemulihan, serta menghimpun masukan akademisi.
Satgas PRR memantau perkembangan pemulihan melalui 13 indikator, termasuk pemerintahan, kesehatan, pendidikan, konektivitas jalan dan jembatan, ekonomi, rumah ibadah, kebutuhan dasar, serta penanganan masyarakat terdampak.










