Home Nasional Alami Erupsi, Abu Anak Krakatau Menyebar hingga Jakarta
Nasional

Alami Erupsi, Abu Anak Krakatau Menyebar hingga Jakarta

Share
Alami Erupsi, Abu Anak Krakatau Menyebar hingga Jakarta
Gunung Anak Krakatau (25/6/2018). | Dok. setkab.go.id
Share

PUNCA.CO – Empat gunung api di Indonesia tercatat mengalami erupsi pada hari yang sama, Minggu (6/9) pagi. Keempatnya yakni Gunung Anak Krakatau, Gunung Ibu, Gunung Ili Lewotolok, dan Gunung Semeru.

Dilansir CNN Indonesia (6/9/2026), Aktivitas vulkanik tersebut tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari Selat Sunda, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Jawa Timur.

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami erupsi sejak Jumat (4/9) malam hingga Minggu (6/9). Abu vulkanik gunung tersebut juga dilaporkan menyebar dari Bengkulu hingga Jakarta.

Baca juga: Pemprov Kalteng Tetapkan Tanggap Darurat Karhutla Selama 30 Hari

Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9) pukul 07.10 WIB.

“Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Minggu, 06 September 2026, pukul 07:10 WIB. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 16 detik,” tulis Badan Geologi Kementerian ESDM pada Minggu (6/9/2026).

Berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis RGB Citra Himawari-9, BMKG menyebut sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terbagi menjadi dua arah.

Baca juga: Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 129 Orang, 1.723 Warga Luka-luka

Sebaran pertama bergerak ke arah timur laut-selatan yang mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat beserta perairan di sekitarnya.

Sebaran kedua bergerak ke arah barat daya-barat laut, meliputi sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, bagian selatan Selat Sunda, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu-Lampung-Banten.

Gunung Ibu di Maluku Utara juga mengalami erupsi pada Minggu (6/9) pukul 04.55 WIT. Kolom letusan teramati sekitar 400 meter di atas puncak atau sekitar 1.725 meter di atas permukaan laut.

Baca juga: 306 Masjid dan Musala di Aceh Dapat Bantuan Rp11,6 Miliar untuk Pemulihan Pascabencana

“Terjadi erupsi G. Ibu pada hari Minggu, 06 September 2026, pukul 04:55 WIT. Tinggi kolom letusan teramati ± 400 m di atas puncak (± 1725 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 15 mm dan durasi 35 detik,” demikian Badan Geologi dalam rilisnya (6/9/2026).

Gunung Api Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT, kembali mengalami serangkaian erupsi dalam 48 jam terakhir.

Letusan terkuat terjadi pada Minggu (6/9) pukul 06.41 WITA. Kolom abu teramati mencapai 600 meter di atas puncak atau setara 2.023 meter di atas permukaan laut.

Baca juga: Mualem Bahas Mitigasi Bencana Bersama Kapolda dan Ketua DPRA

Kolom abu berwarna kelabu tebal dan condong ke arah tenggara. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 82 detik.

Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami erupsi pada Minggu (6/9) pukul 07.51 WIB. Kolom abu teramati mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak.

Badan Geologi mencatat erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 102 detik.

Baca juga: BBC Rilis Angka Keracunan MBG, 3 Hari Terakhir Capai 1.900 Orang Lebih

Masyarakat di sekitar Gunung Semeru juga diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

“Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak,” tulis Badan Geologi.

Share