PUNCA.CO – Dua kapal tanker minyak dilaporkan terbakar setelah menghantam ranjau laut di Selat Hormuz. Klaim tersebut disampaikan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Jumat (6/11/2026), di tengah ketegangan militer antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Dilansir detiknews (6/11/2026), IRGC menyebut kedua kapal tanker tersebut berusaha melintasi jalur yang dianggap tidak sah. Salah satu kapal dilaporkan berada di sebelah timur Selat Hormuz, sedangkan kapal lainnya berada di dalam kawasan selat tersebut.
IRGC menyatakan kedua kapal sengaja menonaktifkan sistem navigasi dan identifikasi sebelum mencoba meninggalkan kawasan perairan itu.
Baca juga: Jubir Pemerintah Aceh Kecam Adu Domba Lewat Isu Hoaks Putusan Final Bendera
“Dua kapal tanker minyak yang melakukan pelanggaran — satu berada di sebelah timur Selat Hormuz dan satu lagi di dalam Selat tersebut — yang berupaya melakukan transit via rute yang tidak sah, telah menghantam ranjau,” sebut IRGC dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah Iran.
IRGC juga menuding kedua kapal tersebut berupaya keluar dari Selat Hormuz dengan bantuan militer Amerika Serikat.
“Kedua kapal tanker tersebut telah menonaktifkan seluruh sistem navigasi dan identifikasi mereka, dan berupaya keluar dari Selat Hormuz… dengan dukungan dari militer Amerika yang agresor dan teroris. Tetapi, setelah menabrak ranjau, kapal-kapal itu terbakar dan akhirnya berhenti,” imbuh pernyataan tersebut.
Baca juga: Pangdam IM Periksa Senjata Pascainsiden Tiro, Klaim Tak Ada Peluru Tajam Ditembakkan
Insiden ini terjadi ketika Selat Hormuz menjadi salah satu titik strategis dalam konflik Iran-AS yang berlangsung sejak 28 Februari lalu. Iran berupaya membatasi lalu lintas kapal di jalur tersebut, yang sebelum perang menjadi lintasan sekitar seperlima pasokan energi dunia.
Sebagai respons, Amerika Serikat memberlakukan blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sekaligus mengawal kapal tanker yang melintasi kawasan itu.
Komando Pusat AS (CENTCOM), yang bertanggung jawab atas operasi militer Amerika di Timur Tengah, sebelumnya menyatakan telah membantu negara-negara Teluk mengekspor 1,5 miliar barel minyak melalui Selat Hormuz sejak musim panas.
Baca juga: Nilam Resmi Masuk Sistem Resi Gudang, Gubernur Mualem Instruksikan Percepat Hilirisasi
CENTCOM juga mengklaim bahwa seluruh ranjau laut di jalur perairan tersebut telah dibersihkan.
Sementara itu, laporan mengenai dua kapal tanker yang terbakar muncul sehari setelah media pemerintah Iran memberitakan insiden serupa pada Kamis (5/11). Dalam laporan tersebut, sedikitnya lima kapal tanker minyak dan satu kapal tugboat disebut mengalami kebakaran di Selat Hormuz.
Meski demikian, hingga laporan ini disusun, belum ada konfirmasi dari otoritas maritim terkait mengenai rangkaian insiden kapal terbakar tersebut.










