Home Lokal Pemerintah Diminta Bertindak Tegas Terkait Maraknya Eksploitasi Anak di Banda Aceh
LokalUncategorized

Pemerintah Diminta Bertindak Tegas Terkait Maraknya Eksploitasi Anak di Banda Aceh

Share
Share

PUNCA.CO – Pemandangan memilukan kini semakin sering terlihat di sudut-sudut Kota Banda Aceh. Anak-anak kecil yang seharusnya bermain dan belajar, malah turun ke jalanan, mengemis dan berjualan hingga larut malam. Mereka berkeliaran dari warung ke warung kopi lainnya, membawa dagangan yang sama, dengan wajah terlihat lelah, dan sorot mata yang dipenuhi ketakutan. Fenomena ini tentu mencuri perhatian publik terkait siapa yang mengendalikan dan mengkordinisir hal tersebut. Terlebih diketahui belum ada tindakan tegas dari pihak berwenang.

Kepada awak media, Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Banda Aceh, Nyak Andy Mu’arif, Jum’at (14/03) ikut angkat bicara. Ia dengan tegas mengecam praktik eksploitasi ini dan mendesak pemerintah serta aparat penegak hukum untuk segera bertindak.

“Ini bukan kebetulan! Ini bukan sekadar anak-anak yang berusaha mencari nafkah! Ada indikasi kuat bahwa mereka diperalat dan diorganisir oleh pihak tertentu. Ini adalah kejahatan terstruktur yang harus segera diberantas. Pemerintah dan kepolisian tidak boleh tinggal diam!” tegas Andy dengan nada geram.

Menurutnya, praktik ini bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak tatanan sosial dan ini bukan fenomena sosial biasa. Ada pola. Ada sistem. Ada tangan gelap yang mengendalikan mereka.

“Coba perhatikan baik-baik. Mereka menjual barang yang sama di tempat yang berbeda, mereka muncul di titik-titik tertentu dengan cara yang identik. Ini bukan kebetulan! Ini terorganisir! Ada sistem yang mengendalikan mereka. Pertanyaannya, siapa yang ada di balik semua ini?” ujar politisi muda itu dengan penuh kecurigaan.

Dirinya mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan investigasi menyeluruh dan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam eksploitasi anak ini. Jika dibiarkan, praktik keji ini bukan hanya akan semakin meluas, tetapi juga akan menciptakan rantai eksploitasi yang terus berlangsung tanpa henti.

“Kami menuntut tindakan nyata! Jangan sampai kejahatan ini semakin berkembang dan menjadi bagian dari realitas yang diterima begitu saja di Banda Aceh. Ini bukan budaya kita! Ini adalah aib yang harus diberantas sampai ke akar-akarnya!” pungkas Andy.

“Jangan biarkan anak-anak Aceh menjadi korban keserakahan manusia-manusia jahat! Aceh dikenal sebagai tanah yang bermartabat, yang menjunjung tinggi kehormatan dan kemandirian, bukan tempat bagi kejahatan semacam ini!” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, diketahui belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah maupun kepolisian terkait hal ini. Namun, publik mulai resah dan menanti langkah konkret aparat dalam menangani kasus yang sudah sangat meresahkan ini. Dia berharap semoga nantinya pihak berwenang akan bergerak cepat, atau justru membiarkan eksploitasi ini terus terjadi.

Share
Tulisan Terkait

Kecelakaan Jelang Lebaran Renggut Lima Nyawa di Banda Aceh

PUNCA.CO – Jelang hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, serangkaian kecelakaan lalu...

Bank Aceh Resmikan ATM Drive Thru di Kawasan Strategis Taman Kota Banda Aceh

PUNCA. CO – PT Bank Aceh Syariah meresmikan fasilitas ATM Drive Thru...

Jokowi Sebut Siap Habis-habisan untuk PSI

PUNCA.CO – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan komitmennya untuk mendukung...

Warga Lamteumen Barat Ditemukan Meninggal Dunia di Krueng Barona Jaya Aceh Besar

PUNCA.CO – Seorang warga Gampong Lamteumen Barat, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda...