Home Ekonomi ASME Gandeng PT. PEMA Bahas Investasi Tambang dan Migas
Ekonomi

ASME Gandeng PT. PEMA Bahas Investasi Tambang dan Migas

Share
Share

PUNCA.CO – Aceh School Of mining and Energy (ASME) menegaskan bahwa jaminan investasi di sektor pertambangan dan migas sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Aceh yang berkelanjutan. Hal ini menjadi fokus utama dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Hotel Kriyad Muraya pada Rabu (19/02). Acara tersebut merupakan hasil kolaborasi ASME dengan PT PEMA dan menghadirkan akademisi dari Universitas Syiah Kuala (USK), praktisi, pemerintah, serta perwakilan industri tambang dan migas di Aceh.

Ketua ASME, Uswatun Hasanah, menegaskan pentingnya sinergi antara berbagai pihak dalam pengelolaan tambang dan migas yang optimal.

“Kami mengapresiasi kehadiran semua pihak yang telah memberikan pandangan berharganya. Harapannya, pemerintah Aceh dapat merumuskan kebijakan yang lebih efektif untuk mengelola sumber daya alam secara efisien dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Direktur Utama PT. PEMA Faisal Saifuddin, Kabid Migas ESDM Dian Budi Darma, Kabid Minerba ESDM Khairil Basyar, Biro Hukum, Edi Kurniawan Deputi Perencanaan BPMA serta perwakilan dari Pansus Minerba dan Migas DPRA, PT Pema Global Energi, PT LSM, PT SBA, Bank Indonesia, dan akademisi dari Universitas Syiah Kuala.

FGD tersebut mengangkat tema ‘Menciptakan Jaminan Investasi di Sektor Tambang dan Migas untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Aceh yang Berkelanjutan’. Para peserta sepakat bahwa forum semacam ini harus lebih sering diadakan agar koordinasi dan strategi dalam pemanfaatan sumber daya alam Aceh semakin kuat.

Diskusi ini juga menyoroti berbagai tantangan dalam implementasi kewenangan Aceh atas pengelolaan sumber daya alam, meskipun Aceh memiliki regulasi khusus. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih tegas dan dukungan politik yang kuat agar hak Aceh dalam mengelola sumber daya alamnya dapat dioptimalkan.

Sebagai langkah konkret, hasil dari diskusi ini akan diserahkan kepada pemerintah Aceh dan pihak terkait sebagai bahan rekomendasi kebijakan. ASME, di bawah kepemimpinan Uswatun Hasanah, berkomitmen untuk terus aktif berkontribusi dan bekerja sama dengan berbagai pihak guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Aceh.

Share
Tulisan Terkait

Prasetyo Hadi Angkat Bicara soal Isu Pergantian Kapolri dan Calon Gubernur BI

PUNCA.CO – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi angkat bicara mengenai sejumlah...

BRIN Ungkap Potensi 89 Ribu Ton Uranium Indonesia untuk PLTN

PUNCA.CO – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap potensi uranium Indonesia...

Mendarat di Bandara Nicolau Lobato Timor Leste

Oleh: Meurah Fathiyatul Alya Saya tidak pernah membayangkan bahwa perjalanan ke Timor...

713,78 Ribu Warga Aceh Masih Hidup di Bawah Garis Kemiskinan

PUNCA.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat persentase penduduk miskin...