PUNCA.CO – Perum Bulog mulai menyalurkan jagung pakan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menekan lonjakan harga jagung yang membebani peternak unggas. Total stok jagung yang disiapkan dalam program tersebut mencapai 240 ribu ton.
Penyaluran SPHP jagung mulai berjalan sejak pekan lalu dan difokuskan ke sentra-sentra peternakan ayam di berbagai daerah. Program tersebut dijalankan untuk membantu menekan biaya produksi di tengah turunnya harga ayam hidup dan telur di tingkat produsen.
Dilansir CNN Indonesia (12/5/2026), Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan distribusi jagung SPHP sudah dimulai secara nasional sejak Sabtu lalu.
Baca juga: Empat Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Tuntas Dibangun, Ini Lokasinya
“Untuk SPHP jagung sejak kemarin hari Sabtu kami sudah luncurkan ke seluruh tanah air, khususnya di sentra-sentra peternakan ayam maupun peternakan-peternakan yang lain, untuk mengurangi kenaikan harga jagung yang terlalu tinggi,” ujar Rizal dalam konferensi pers di Kantor Pusat Bulog, Jakarta Selatan, Senin (11/5/2026).
Bulog menjual jagung SPHP dengan harga Rp5.500 per kilogram sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Rizal menyebut total alokasi jagung dalam program tersebut mencapai 240 ribu ton.
“240 ribu ton untuk SPHP jagung sudah. Harganya Rp5.500 per kilonya, sesuai dengan HET,” katanya.
Baca juga: Pemko Banda Aceh dan Bulog Salurkan Bantuan Pangan, 9.996 Keluarga Terima Beras dan Minyak Goreng
Selain menjalankan program SPHP jagung Bulog, perusahaan juga mencatat serapan jagung nasional tahun ini hampir menyentuh 300 ribu ton. Angka itu disebut menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Rizal mengatakan capaian serapan tahun ini jauh lebih tinggi dibanding stok jagung Bulog pada tahun lalu.
“Serapan jagung sekarang sudah hampir 300 ribu ton dan ini juga capaian yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka,” ujarnya.
Menurut Rizal, stok jagung Bulog pada tahun lalu hanya berada di kisaran 102 ribu ton.
Baca juga: Pendapatan Driver Ojol Bisa Tembus Rp10 Juta
Program SPHP jagung mulai dijalankan saat peternak unggas menghadapi tekanan akibat menurunnya harga ayam hidup dan telur ayam ras di tingkat produsen.
Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga ayam pedaging hidup per 3 Mei 2026 rata-rata berada di level Rp23.401 per kilogram, di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) sebesar Rp25 ribu per kilogram.
Sementara itu, harga telur ayam ras di tingkat produsen tercatat Rp24.890 per kilogram per 3 Mei 2026, turun dibanding awal April yang mencapai Rp25.642 per kilogram. Harga tersebut juga masih di bawah HAP pemerintah sebesar Rp26.500 per kilogram.
Baca juga: Kak Na: Buah Naga Sabang, ‘Meucrop Barang’
Bapanas bersama Bulog menargetkan program SPHP jagung pakan dapat menjangkau lebih dari 5.000 peternak mikro, kecil, dan menengah di 26 provinsi dengan total populasi sekitar 53 juta ekor unggas. Pada tahap awal, penyaluran jagung diperkirakan mencapai sekitar 213,1 ribu ton.







