PUNCA.CO – Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, geliat penjualan busana Lebaran mulai terasa di Pasar Aceh. Sejumlah lapak pakaian tampak memajang koleksi terbaru, dengan model gamis bernuansa Melayu yang dihiasi detail renda sebagai tren utama tahun ini.
Salah seorang pedagang busana di Pasar Aceh, Ihsan, menyebut model yang paling banyak dicari pembeli dikenal dengan istilah “gamis bini orang”. Menurutnya, sebutan tersebut mengikuti nama yang diperkenalkan pedagang dari pusat grosir Tanah Abang, lokasi para pedagang Aceh mengambil stok barang.
Baca juga: Jemaah Umrah di Himbau Tunda Keberangkatan ke Tanah Suci
“Model ini lagi banyak dicari. Istilahnya memang dari Tanah Abang, jadi kami juga ikut pakai nama itu supaya pembeli mudah mengenali,” ujar Ihsan.
Ia menjelaskan, ciri khas gamis tersebut terletak pada potongan longgar dengan sentuhan Melayu serta tambahan renda di bagian lengan dan bawah pakaian. Warna-warna lembut juga menjadi pilihan favorit pembeli menjelang Lebaran tahun ini.
Meski tren mulai terlihat, Ihsan mengakui daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih. Hal itu terlihat dari pola belanja konsumen yang cenderung lebih selektif dan mempertimbangkan harga sebelum membeli.
Baca juga: Residivis Pencuri Uang Kotak Amal Masjid Jamik Lung Bata Diciduk Polisi
“Pembeli tetap ada, tapi memang tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Banyak yang lihat-lihat dulu, bandingkan harga, baru memutuskan,” katanya.
Kendati demikian, para pedagang tetap optimistis penjualan akan meningkat mendekati hari raya, seiring kebutuhan masyarakat mempersiapkan pakaian baru untuk merayakan Idul Fitri










