PUNCA.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh menegaskan akan menutup daycare yang terlibat dalam dugaan kekerasan terhadap anak di kawasan Lamgugob, Syiah Kuala kota setempat. Langkah ini diambil sebagai respons tegas atas kasus yang viral dan memicu keresahan masyarakat.
Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Wali Kota serta aparat kepolisian untuk memastikan penanganan berjalan menyeluruh, baik dari sisi administratif maupun pidana. “Yang pasti sampai saat ini, saya terus berkoordinasi sama ibu wali kota kita. Kita akan menindak tegas, insya Allah nggak ada hal-hal yang harus kita tutupi. Semua hal akan kita tindak sampai tuntas,” ujarnya.
Baca juga: Fraksi Demokrat DPR Aceh Minta Evaluasi Total Day Care Usai Kasus Kekerasan Anak
Ia menegaskan, penanganan unsur pidana sepenuhnya akan didukung aparat kepolisian. Pemerintah kota, kata Afdhal, tidak akan mentolerir kejadian serupa terulang kembali. “Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Hal-hal yang terkait pidana nanti kita minta backup dari kawan-kawan kepolisian. Yang pasti kami sangat prihatin terhadap hal yang terjadi hari ini,” katanya.
Menurutnya, kejadian tersebut menjadi peringatan serius bagi sistem pengawasan di Banda Aceh. Ia bahkan menegaskan komitmen agar kasus serupa tidak kembali terjadi. “Karena ini yang selayaknya tidak harus terjadi di kota Banda Aceh. Tapi saya pastikan insya Allah ini adalah hal yang terakhir terjadi di kota kita,” ujarnya.
Baca juga: Korban Kekerasan Daycare Masih Jalani Asesmen, Pemulihan Psikologis Jadi Prioritas
Afdhal menyebut pihaknya telah meninjau langsung lokasi, meski saat didatangi daycare tersebut sudah dalam kondisi tutup. Pemerintah memastikan akan menindaklanjuti dengan penutupan permanen serta evaluasi menyeluruh terhadap operasional daycare tersebut. “Untuk daycare yang bersangkutan, yang bermasalah ini akan kita tutup,” tegasnya.
Selain itu, Pemko Banda Aceh akan memperketat pengawasan terhadap seluruh daycare, khususnya terkait standar operasional dan perizinan. Ia mengakui masih adanya celah pengawasan yang memungkinkan tempat penitipan anak beroperasi tanpa kontrol optimal. “Besok akan segera lebih ekstra kami mengawasi daycare yang bersangkutan dan daycare lainnya,” katanya.
Baca juga: Polresta Dalami Kasus Penganiayaan Anak Dibawah Umur, Enam Saksi Diperiksa
Di sisi lain, pemerintah juga melakukan pendampingan terhadap korban dan keluarganya. Afdhal menyampaikan permintaan orang tua korban agar identitas anak dalam video yang beredar tidak disebarluaskan secara utuh. Pemerintah turut mengimbau masyarakat untuk menjaga privasi korban serta aktif melaporkan jika menemukan indikasi serupa.
“Silakan speak up, karena kami akan mulai besok pagi menindaklanjuti setiap informasi dari masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, ia menambahkan bahwa tim investigasi lintas dinas mulai dibentuk untuk mengumpulkan data dan mempercepat penanganan kasus.










