PUNCA.CO – Minum air putih yang cukup setiap hari tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga berpotensi membantu menjaga kesehatan mental. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa hidrasi yang baik berkaitan dengan tingkat kecemasan yang lebih rendah.
Meski terdengar sederhana, memenuhi kebutuhan cairan harian masih menjadi tantangan bagi banyak orang. Kesibukan, lupa membawa botol minum, atau kurangnya kebiasaan minum air putih sering membuat asupan cairan tubuh tidak terpenuhi.
Padahal, kekurangan cairan dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Selain dehidrasi berat yang dapat memicu kebingungan, delirium, hingga gangguan fungsi ginjal dan pencernaan, dehidrasi ringan juga dapat berdampak pada aktivitas sehari-hari.
Baca juga: Prabowo Lantik Kepala BGN Nanik S. Deyang dan Said Ikbal sebagai Penasehat Khusus Presiden
Dilansir dari CNN Indonesia (9/6/2026), Kondisi tersebut diketahui dapat menyebabkan sakit kepala, mudah tersinggung, penurunan performa fisik, serta berkurangnya kemampuan konsentrasi dan fungsi kognitif.
Selain dampak fisik, sejumlah studi juga menyoroti kaitan antara hidrasi dan kesehatan mental.
Sebuah penelitian di Spanyol yang melibatkan 65 mahasiswi menemukan hubungan antara dehidrasi ringan dan tingkat kecemasan yang lebih tinggi.
Baca juga: Dana Operasional Belum Cair, Tujuh Dapur MBG di Banda Aceh Terhenti
Dalam penelitian itu, lebih dari 90 persen peserta diketahui tidak mengonsumsi air yang cukup untuk menggantikan cairan yang hilang sepanjang hari. Hasil penelitian menunjukkan peserta dengan keseimbangan cairan tubuh yang lebih rendah cenderung mengalami tingkat state anxiety atau kecemasan situasional yang lebih tinggi.
State anxiety merupakan bentuk kecemasan yang bersifat sementara dan muncul akibat kondisi tertentu yang sedang dihadapi seseorang.
Temuan serupa juga ditemukan dalam penelitian di Iran yang melibatkan lebih dari 3.000 orang dewasa. Studi tersebut menunjukkan bahwa individu dengan konsumsi air lebih sedikit cenderung memiliki tingkat depresi dan kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang mengonsumsi lebih banyak air.
Baca juga: Razia Syariat Terus Digencarkan, 9 Pasangan Masih Jalani Proses Hukum di Satpol PP-WH Banda Aceh
Para peneliti membagi peserta ke dalam tiga kelompok berdasarkan jumlah konsumsi air harian, yakni kurang dari dua gelas, dua hingga lima gelas, dan lebih dari lima gelas per hari. Hasilnya menunjukkan adanya hubungan terbalik antara konsumsi air dan risiko depresi.
Menurut para peneliti, otak manusia terdiri dari sekitar 75 persen air. Ketika tubuh mengalami kekurangan cairan, fungsi otak dapat terganggu sehingga memengaruhi suasana hati, fokus, dan kemampuan berpikir.
Dehidrasi juga dapat memicu peningkatan produksi hormon stres tertentu yang membuat seseorang lebih mudah merasa gelisah. Karena itu, kurang minum sering dikaitkan dengan rasa lelah, sulit berkonsentrasi, dan meningkatnya sensitivitas emosional.
Meski bukan pengobatan utama untuk gangguan kecemasan maupun depresi, menjaga hidrasi tetap optimal dinilai dapat menjadi langkah sederhana untuk mendukung kesehatan mental. Secara umum, banyak ahli menyarankan orang dewasa mengonsumsi sekitar delapan gelas air per hari, dengan kebutuhan yang dapat berbeda sesuai usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan masing-masing.






