PUNCA.CO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mengusulkan pelebaran ruas Jalan Kajhu hingga pintu Tol Baitussalam menyusul meningkatnya kepadatan kendaraan di jalur tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Usulan itu disampaikan langsung Bupati Aceh Besar, Muharram Idris saat melakukan audiensi bersama Yusrizal Kurniawan dan sejumlah pemangku kepentingan infrastruktur di Banda Aceh.
Menurut Muharram Idris atau yang akrab disapa Syech Muharram, ruas Jalan Kajhu kini menjadi salah satu jalur dengan tingkat mobilitas tinggi karena terhubung langsung ke akses tol dan kawasan padat penduduk.
Baca juga: Satpol PP WH Banda Aceh Temukan Pasangan Remaja Nongkrong Hingga Dini Hari
Ia menilai kondisi jalan yang ada saat ini tidak lagi mampu menampung volume kendaraan yang terus meningkat, terutama pada jam sibuk.
“Jalan Kajhu sekarang sudah sangat padat. Ini akses utama menuju pintu tol Baitussalam, jadi arus kendaraan terus bertambah dan pelebaran jalan sudah menjadi kebutuhan mendesak,” kata Syech Muharram, Kamis (14/5/2026).
Selain untuk mengurai kemacetan, pelebaran jalan dinilai penting guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan memperlancar distribusi barang maupun aktivitas masyarakat sehari-hari.
Baca juga: Aparat Upaya Bubarkan Massa, Unjuk Rasa Tolak Pergub JKA Berakhir Ricuh
Pemerintah Aceh Besar juga meyakini peningkatan kualitas infrastruktur di kawasan tersebut akan membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru karena akses transportasi menjadi lebih lancar dan efisien.
Menurut Muharram, pembangunan jalan tidak hanya berbicara soal konektivitas, tetapi juga berkaitan langsung dengan pengembangan kawasan dan investasi daerah.
“Kalau akses jalan bagus, kawasan sekitar juga akan berkembang. Ini bisa mendorong investasi dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ujarnya.
Baca juga: Polres Langsa Gagalkan Peredaran 2,5 Kg Sabu, Delapan Tersangka Terancam Hukuman Mati
Dalam pertemuan itu, Pemkab Aceh Besar juga mengusulkan penataan dan pembersihan bahu jalan dari kawasan Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda menuju Keutapang hingga Ajun, Kecamatan Peukan Bada.
Muharram menegaskan akses menuju bandara harus terlihat bersih, nyaman, dan tertata karena menjadi jalur utama yang dilalui tamu dari luar daerah maupun luar negeri saat pertama tiba di Aceh.
“Bandara SIM adalah pintu gerbang Aceh. Akses menuju ke sana harus memberikan kesan yang baik bagi setiap pengunjung,” katanya.
Baca juga: Sekda Aceh Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Tekankan Percepatan Kinerja Pemerintah
Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh, Yusrizal Kurniawan menyatakan pihaknya menyambut baik usulan tersebut dan akan menjadikannya sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan infrastruktur ke depan.
“Pembangunan infrastruktur jalan memang menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat dan daerah,” ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan Tommy Perbadi yang menyebut penataan kawasan dan pembersihan jalur menuju bandara akan menjadi perhatian pihaknya untuk segera ditindaklanjuti.






