PUNCA.CO – Menjelang kepulangan jamaah haji Aceh dari Tanah Suci, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banda Aceh mengingatkan jamaah agar tidak menyimpan air zamzam di dalam koper maupun tas kabin. Larangan tersebut menjadi perhatian penting karena pemeriksaan barang bawaan akan dilakukan secara ketat di bandara Arab Saudi.
Ketua PPIH Embarkasi Banda Aceh, Arijal, mengatakan seluruh koper jamaah akan melewati pemeriksaan X-Ray sebelum diterbangkan ke Indonesia. Apabila petugas menemukan air zamzam di dalam bagasi atau tas kabin, koper tersebut akan dibongkar untuk mengeluarkan barang yang dilarang.
“Jamaah tidak perlu membawa air zamzam dari Arab Saudi karena jatahnya sudah disiapkan di Aceh. Jika tetap disimpan di dalam koper, maka akan menjadi temuan saat pemeriksaan dan berpotensi menghambat proses keberangkatan,” kata Arijal, Selasa (2/6/2026).
Baca juga: Jemaah Haji Aceh Kembali ke Tanah Air 15 Juni Mendatang
Ia menjelaskan setiap jamaah hanya diperbolehkan membawa bagasi maksimal 32 kilogram dan tas kabin 7 kilogram sesuai ketentuan penerbangan haji. Karena itu, jamaah diminta fokus membawa barang-barang pribadi yang dibutuhkan dan tidak menambah barang bawaan di luar aturan.
Di sisi lain, distribusi air zamzam untuk jamaah haji Aceh telah lebih dulu dipersiapkan pemerintah. Sebanyak 5.484 botol air zamzam saat ini telah berada di Asrama Haji Banda Aceh dan siap didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota.
Mulai 2 hingga 5 Juni 2026, Kementerian Haji di masing-masing daerah dijadwalkan mengambil air zamzam tersebut untuk kemudian disalurkan kepada jamaah setibanya di kampung halaman. Skema ini diterapkan agar proses pemulangan jamaah lebih tertib dan tidak terkendala aturan penerbangan internasional.
Baca juga: Sebanyak 17 Kloter Jemaah Haji Indonesia Mulai Tinggalkan Arab Saudi
Arijal menegaskan jamaah tidak akan kehilangan hak mendapatkan air zamzam meskipun tidak membawanya dari Arab Saudi. Seluruh jatah telah dipastikan tersedia dan akan diterima jamaah melalui panitia di daerah masing-masing.
Sementara itu, fase kepulangan jamaah haji Aceh akan dimulai pada 15 Juni 2026. Kloter BTJ 01 dijadwalkan menjadi rombongan pertama yang kembali ke Tanah Air, disusul kloter-kloter lainnya secara bertahap hingga akhir operasional haji.







