PUNCA.CO – Banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Gayo Lues menyebabkan 33 kepala keluarga (KK) di Desa Pasir, Kecamatan Tripe Jaya, terisolir. Sejumlah akses jalan dan jembatan juga mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem.
Berdasarkan laporan Pusdatin BPBA, Haslinda, bencana tersebut terjadi sejak Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB di sejumlah wilayah Gayo Lues, termasuk Kecamatan Blangkejeren, Pining, Pantan Cuaca, dan Dabun Gelang.
Dampak bencana tercatat di beberapa lokasi. Jembatan gantung di Kecamatan Tripe Jaya dilaporkan putus, sementara akses jalan Desa Ketukah di Kecamatan Blangjerango mengalami kerusakan.
Baca juga: Dek Fadh Bakar Semangat 510 Laskar Gerindra Aceh di Jantho
Kerusakan juga terjadi pada akses jalan utama Desa Remukut, Kecamatan Pantan Cuaca. Selain itu, tanah longsor terjadi di Desa Leme yang berada di jalur Blangkejeren-Rikit Gaib.
Jalan darurat yang menghubungkan Kuning Kurnia-Remukut juga dilaporkan putus.
Akibat kondisi tersebut, sebanyak 33 KK terdampak dan terisolir. Sementara jumlah pengungsi masih dalam pendataan.
Baca juga: Mubes XI Ikatan Pemuda Aceh Utara Banda Aceh, Dede Adistira Terpilih Secara Aklamasi
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Pusdalops PB dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Gayo Lues terus melakukan pemantauan serta bersiaga selama 24 jam.
Warga yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan genangan diimbau meningkatkan kewaspadaan serta bersiap menghadapi potensi banjir kiriman.
Baca juga: Realisasi Tambahan TKD Aceh 2026 Tembus 30,16 Persen
Hingga laporan diterima, penanganan dampak banjir dan tanah longsor tersebut masih berlangsung.










